Disnakertrans Bengkulu Jemput Jenazah PMI Asal Kaur di Bandara Fatmawati Soekarno

  • Bagikan

BENGKULU (GemaNegeri.com) – Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) memfasilitasi pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Kaur yang meninggal dunia saat bekerja di Taiwan.

Penjemputan jenazah dilakukan di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, pada Senin (12/10/2026). Dalam proses tersebut, Disnakertrans Provinsi Bengkulu bersama Kepala Desa Parda Suka, Novan Arian Saputra, turut mendampingi pemulangan jenazah hingga diserahkan kepada pihak keluarga.

Almarhum diketahui bernama Putra Walan Ardiyansah, warga Desa Way Hawang, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Semasa hidupnya, ia bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di Taiwan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Putra Walan Ardiyansah dilaporkan meninggal dunia di Taiwan pada 28 September 2026. Sekitar pukul 02.00 waktu setempat, almarhum tiba-tiba kehilangan kesadaran saat sedang bekerja.

Kepergian almarhum di perantauan menjadi duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Setelah melalui proses pemulangan, jenazah akhirnya tiba di tanah air untuk selanjutnya dibawa ke kampung halaman di Desa Way Hawang, Kabupaten Kaur, guna dimakamkan.

Fasilitasi pemulangan jenazah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membantu warga negara Indonesia yang mengalami musibah ketika bekerja di luar negeri, sekaligus memastikan jenazah dapat kembali ke daerah asal untuk diserahkan kepada keluarga.

Kepala Desa Parda Suka, Novan Arian Saputra, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Putra Walan Ardiyansah. Ia juga memastikan pemerintah desa hadir untuk mendampingi keluarga almarhum dalam menghadapi masa sulit tersebut.

Kehadiran pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun desa, diharapkan dapat memberikan dukungan moral kepada keluarga yang tengah berduka.

Peristiwa ini sekaligus mengingatkan pentingnya perhatian terhadap perlindungan Pekerja Migran Indonesia, terutama mereka yang bekerja di sektor pelayaran dan menghadapi risiko pekerjaan jauh dari tanah air.

Di balik perjalanan para pekerja migran untuk mencari nafkah di negeri orang, terdapat keluarga yang menanti kepulangan mereka. Karena itu, perlindungan, pendampingan, serta fasilitasi ketika terjadi musibah menjadi bagian penting dari tanggung jawab negara terhadap warganya.

Semoga almarhum Putra Walan Ardiyansah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.*(kif)

Penulis: zulkifliEditor: redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *