Nugroho Despendra Resmi Nahkodai Indonesia Youth Epicentrum Kuantan Singingi Periode 2026-2028

  • Bagikan

KUANTAN SINGINGI (GemaNegeri.com) – Struktur kepengurusan Indonesia Youth Epicentrum (IYE) di tingkat daerah terus diperkuat. Hal ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) resmi kepada kepengurusan IYE Wilayah Kabupaten Kuantan Singingi sebagai bentuk legalitas organisasi di tingkat daerah. Ahad (10/5/2026).

Penyerahan SK bernomor 022/SK/IYE/05/2026 tersebut dilakukan langsung oleh Kabid Hukum dan Advokasi IYE Provinsi Riau, Aidil, kepada Ketua Umum IYE Kuantan Singingi terpilih, Nugroho Despendra.

Prosesi penyerahan yang berlangsung khidmat ini turut didampingi oleh Ketua IYE Provinsi Riau, Vivaldi Emri Nobel, serta Penasehat IYE Kuantan Singingi, Wiriyanto Aswir. Berdasarkan SK yang ditetapkan di Jakarta pada 9 Mei 2026 tersebut, Nugroho Despendra resmi mengemban amanah sebagai Koordinator Wilayah untuk masa bakti 2026-2028.

Dalam sambutannya, pihak IYE Provinsi Riau menaruh harapan besar agar kepengurusan yang baru ini mampu menjadi motor penggerak bagi generasi muda di “Negeri Jalur”. IYE diharapkan menjadi wadah strategis untuk membangun semangat kepemudaan, memperkuat solidaritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial kemasyarakatan.

Ketua Umum IYE Kuantan Singingi, Nugroho Despendra, menyatakan kesiapannya untuk langsung tancap gas menjalankan roda organisasi. Ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan IYE sebagai ruang kolaborasi yang inklusif bagi pemuda daerah.

“Dengan telah diterimanya SK ini, kami siap menjalankan amanah organisasi dan menghadirkan program-program kerja yang konkret serta bermanfaat, baik bagi masyarakat luas maupun bagi pengembangan potensi generasi muda di Kuantan Singingi,” ujar Nugroho optimis.

Untuk diketahui, Indonesia Youth Epicentrum (IYE) merupakan organisasi non-pemerintah (NGO) lintas pemuda nusantara. Organisasi ini berfokus pada pemberdayaan, pengembangan kapasitas, dan kewirausahaan pemuda guna berkontribusi positif terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya di Indonesia.*(anje)

Penulis: andrian jeneriEditor: redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *