Tekan Pencurian TBS, Narkoba hingga Bullying, Polsek Singingi Perkuat Sinergi Bersama Desa dan Linmas

  • Bagikan

SINGINGI (GemaNegeri.com) — Persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah pedesaan tak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian. Pencurian tandan buah segar (TBS), peredaran narkoba hingga kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah menjadi sejumlah persoalan yang membutuhkan pengawasan bersama.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan coffee morning Polsek Singingi yang digelar di Warung Kopi Nenek, Desa Air Emas, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Singingi IPTU Azhari, S.H. dan diikuti jajaran personel kepolisian bersama unsur pemerintahan desa, Linmas serta tokoh masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Singingi IPTU Azhari, S.H., Kanit Reskrim IPDA Jupri L. Gaul, S.H., Kepala Desa Air Emas H. Adi Setiyo, S.H., Sekretaris Desa Ginanjar, Danru Linmas Bonari serta tokoh masyarakat Abas.

Meski dikemas dalam suasana santai, pertemuan itu menjadi ruang komunikasi untuk membahas sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius di tengah masyarakat.

Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah maraknya potensi pencurian TBS kelapa sawit. Komoditas tersebut menjadi sumber penghidupan masyarakat sehingga kehilangan hasil kebun akibat pencurian dapat berdampak langsung terhadap ekonomi warga.

Kapolsek Singingi meminta personelnya memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan Linmas untuk melakukan pengawasan di sejumlah jalur perkebunan.

Menurutnya, langkah pencegahan tidak cukup dilakukan setelah terjadi tindak pidana. Pengawasan dan patroli harus dilakukan secara berkala untuk mempersempit ruang gerak pelaku.

Kapolsek menginstruksikan personel untuk berkolaborasi dengan Linmas dalam menyusun jadwal kontrol dan patroli ke jalur-jalur perkebunan.

“Polsek Singingi siap melayani keamanan di wilayah hukum Polsek Singingi. Untuk itu diperlukan kerja sama antara masyarakat, Linmas dan Bhabinkamtibmas. Mari kita jaga bersama keamanan dan ketertiban masyarakat dengan bersinergi,” tegas Azhari.

Pola pengamanan berbasis masyarakat dinilai penting karena personel kepolisian memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh wilayah, terutama kawasan perkebunan yang memiliki banyak akses dan jalur alternatif.

Selain pencurian TBS, persoalan narkoba juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Singingi IPDA Jupri L. Gaul, S.H. mengajak masyarakat untuk tidak menutup mata jika menemukan adanya indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

Masyarakat yang mengetahui adanya dugaan aktivitas narkoba diminta segera melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas atau pihak kepolisian.

Jupri menegaskan, kepolisian tidak memberikan ruang toleransi terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Pesan tersebut sekaligus menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam sistem deteksi dini terhadap ancaman narkotika di tingkat desa.

Sebab, pemberantasan narkoba tidak hanya membutuhkan tindakan penegakan hukum, tetapi juga keberanian masyarakat untuk menyampaikan informasi kepada aparat.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah bullying atau perundungan di lingkungan pendidikan.

Kapolsek Singingi meminta jajarannya membangun komunikasi dengan pemerintah desa dan pihak sekolah untuk membuka ruang edukasi kepada para pelajar.

Bullying dinilai perlu ditangani sejak dini karena persoalan yang awalnya dianggap sebagai candaan antarsiswa dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih serius apabila tidak mendapatkan perhatian.

Azhari menginstruksikan agar Polsek Singingi berkoordinasi dengan pihak desa dan sekolah untuk menentukan waktu yang tepat dalam memberikan edukasi kepada peserta didik di tingkat SD, SMP maupun SMA sederajat.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai dampak perundungan sekaligus membangun kesadaran untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Singingi juga memberikan perhatian terhadap keberadaan Pos Polisi yang berada di tengah Desa Air Emas.

Azhari memerintahkan agar pos tersebut segera dibersihkan dan dimanfaatkan kembali sehingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan kepolisian dapat memperoleh akses yang lebih cepat.

Keberadaan pos tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi benar-benar berfungsi sebagai titik pelayanan dan pengawasan kamtibmas di tengah masyarakat.

“Segera dibersihkan dan digunakan agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan dapat langsung ditindaklanjuti,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Air Emas H. Adi Setiyo, S.H. menyampaikan apresiasi atas kehadiran Polsek Singingi melalui kegiatan coffee morning tersebut.

Menurutnya, kehadiran kepolisian di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata membangun komunikasi sekaligus meningkatkan rasa aman warga.

Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polsek Singingi yang telah menjadikan Desa Air Emas sebagai lokasi kegiatan.

Selain membahas kamtibmas, pemerintah desa juga mengingatkan masyarakat mengenai ancaman kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang disertai angin kencang.

Warga diminta tidak melakukan pembakaran ketika membersihkan kebun.

“Kami mengimbau masyarakat agar jangan membakar ketika membersihkan kebun. Saat ini api mudah menjalar ke mana-mana karena musim kemarau dan angin kencang,” ujar Adi Setiyo.

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker apabila melakukan aktivitas di luar rumah, terutama jika kondisi udara terganggu oleh asap atau debu.

Kegiatan tersebut pada akhirnya bukan sekadar pertemuan informal antara polisi dan pemerintah desa.

Coffee morning menjadi ruang untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun pola komunikasi yang lebih cepat antara Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, Linmas dan masyarakat.

Tiga persoalan yang dibahas—pencurian TBS, narkoba dan bullying—memiliki karakter berbeda, tetapi membutuhkan satu pendekatan yang sama: pencegahan sejak dini dan keterlibatan masyarakat.

Polsek Singingi berharap sinergi tersebut dapat terus diperkuat sehingga persoalan kamtibmas tidak selalu berakhir setelah terjadi pelanggaran atau tindak pidana.

Dengan pengawasan bersama, komunikasi yang terbuka dan respons cepat terhadap setiap informasi masyarakat, keamanan desa diharapkan dapat dijaga secara kolektif.

“Melalui kegiatan coffee morning ini diharapkan tercipta komunikasi yang baik antara Bhabinkamtibmas, Linmas dan pemerintah desa sehingga pelaksanaan tugas di wilayah hukum Polsek Singingi dapat berjalan aman, lancar dan kondusif,” demikian.*(gan)

Penulis: jakup tariganEditor: redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *