TELUK KUANTAN (GemaNegeri.com) — Transformasi digital di Kabupaten Kuantan Singingi tidak lagi berhenti pada pembangunan infrastruktur teknologi, tetapi mulai diarahkan menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu sektor yang kini menjadi perhatian adalah layanan kesehatan, yang dituntut semakin cepat, terintegrasi, dan mudah diakses masyarakat.
Komitmen tersebut tercermin dalam pertemuan koordinasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Kuantan Singingi dan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) Kuantan Singingi di Kantor Diskominfoss, Kamis (30/7/2026). Pertemuan itu menjadi ruang untuk menyatukan langkah dalam mempercepat implementasi pelayanan kesehatan berbasis digital di daerah.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kuansing, Maulina Reza, SE, M.Si., hadir bersama jajaran dan disambut langsung Pelaksana Tugas Kepala Diskominfoss Kuansing, Hevi Heri Antoni, S.Sos., M.Si., beserta tim.
Dalam suasana yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi, kedua perangkat daerah membahas berbagai agenda strategis. Fokus pembahasan tidak hanya pada pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga integrasi sistem layanan publik, penguatan tata kelola data, hingga penyebarluasan informasi kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan mudah dijangkau masyarakat.
Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis, digitalisasi dipandang sebagai kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Teknologi menjadi instrumen penting untuk memangkas birokrasi, mempercepat proses layanan, sekaligus menghadirkan sistem yang lebih transparan dan akuntabel.
Pelaksana Tugas Kepala Diskominfoss Kuansing, Hevi Heri Antoni, menegaskan pihaknya siap menjadi mitra strategis bagi Dinas Kesehatan dalam memperkuat transformasi digital di sektor kesehatan.
“Digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan, tetapi kebutuhan. Diskominfoss siap menjadi mitra strategis Dinas Kesehatan dalam memperkuat sistem layanan berbasis teknologi, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, efektif, transparan, dan mudah diakses,” ujar Hevi.
Menurutnya, keberhasilan transformasi digital hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat antarlembaga pemerintah. Sinergi lintas perangkat daerah menjadi kunci dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern, adaptif, sekaligus mendukung implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Kuantan Singingi.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kuansing, Maulina Reza, menyampaikan apresiasi atas komitmen Diskominfoss dalam mendukung pengembangan layanan kesehatan berbasis digital.
Ia menilai, koordinasi tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus menyusun langkah bersama agar berbagai inovasi pelayanan kesehatan dapat terintegrasi dengan teknologi informasi secara optimal.
“Kami berharap sinergi ini dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi dengan teknologi informasi. Dengan dukungan Diskominfoss, berbagai inovasi digital di bidang kesehatan dapat berjalan lebih optimal demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kuantan Singingi,” kata Maulina.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari ikhtiar Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi membangun ekosistem pemerintahan digital yang saling terhubung, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, transformasi digital di sektor kesehatan diharapkan tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses informasi kesehatan, serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan responsif bagi seluruh warga Kuantan Singingi.(*)













