Deru Mesin Menggema di Sungai Keranji, Grasstrack & Motocross 2026 Jadi Panggung Prestasi, Hiburan Rakyat, dan Penggerak Ekonomi

  • Bagikan

KUANTAN SINGINGI (GemaNegeri.com) – Deru knalpot memecah keheningan pagi di Desa Sungai Keranji, Kecamatan Singingi, Sabtu (18/7/2026). Aroma tanah bercampur debu lintasan mulai memenuhi udara ketika satu per satu pembalap melakukan pemanasan mesin di Sirkuit Harimau Keranji Jalur 6. Di sisi lain lintasan, ribuan pasang mata mulai memadati area sirkuit. Anak-anak, orang tua hingga pecinta otomotif dari berbagai daerah rela datang sejak pagi demi menyaksikan Kejuaraan Grasstrack & Motocross Karang Taruna Sungai Keranji 2026.

Selama dua hari, 18 hingga 19 Juli 2026, desa yang dikenal dengan semangat gotong royongnya itu menjelma menjadi pusat olahraga otomotif di Kabupaten Kuantan Singingi. Bukan sekadar adu cepat di atas lintasan tanah, kejuaraan ini menjadi ruang berkumpulnya komunitas otomotif, pelaku usaha mikro, masyarakat, hingga para pembalap muda yang membawa mimpi untuk menembus level yang lebih tinggi.

Sejak pintu masuk dibuka, arus kendaraan menuju lokasi terus berdatangan. Tenda-tenda pedagang berjajar di sekitar arena. Aroma kopi, sate, bakso, minuman dingin hingga jajanan khas daerah menyambut para pengunjung. Momentum ini menjadi berkah tersendiri bagi pelaku UMKM yang memanfaatkan ramainya kejuaraan untuk meningkatkan pendapatan.

Di lintasan, para pembalap saling menguji kemampuan melewati tikungan tajam, tanjakan, turunan, dan lompatan yang menjadi ciri khas sirkuit tanah. Sorak-sorai penonton pecah setiap kali terjadi duel sengit memperebutkan posisi terdepan.

Ketua Panitia, Fathul Mu’in, mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal agar kejuaraan berjalan aman, lancar, dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi peserta maupun masyarakat.

Menurutnya, Grasstrack & Motocross Karang Taruna Sungai Keranji bukan hanya agenda olahraga, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem otomotif yang sehat di daerah.

“Kami ingin menghadirkan event yang berkualitas sekaligus menjadi ruang bagi pembalap lokal untuk berkembang dan berprestasi. Harapan kami, kejuaraan ini menjadi agenda rutin sehingga semakin banyak lahir pembalap-pembalap berbakat dari Kuantan Singingi yang mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional,” ujar Fathul Mu’in.

Sebanyak 18 kelas diperlombakan, mulai dari kelas profesional hingga kategori pembinaan usia dini. Di antaranya Sport & Trail Open, Bebek Modif Open, FFA Campuran Open, Trail Standar 55 CV Open, Sport & Trail Senior B Riau, RBT 4T Lokal Riau, RBT 2T & 4T, Campuran Lokal Kuansing, Campuran Lokal Ekstrans, Campuran U-15, RBT U-15, RBT Lokal Kuansing, RBT Lokal Singingi, Bebek Standar 4T Pabrik, Bebek Standar 2T & 4T Pabrik, RBT Lokal Ekstrans, Executive Non Pembalap, hingga Mini Motor U-12.

Banyaknya kelas yang dipertandingkan memberikan kesempatan bagi pembalap dari berbagai usia dan tingkat kemampuan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Bagi pembalap muda, kejuaraan ini menjadi panggung awal untuk mengasah mental bertanding dan mengejar prestasi.

Dukungan penuh juga datang dari Camat Singingi, Saparman, ST., ME. Menurutnya, olahraga otomotif memiliki dampak positif yang luas karena tidak hanya melahirkan atlet, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Kami sangat mendukung agar Sirkuit Harimau Keranji ditetapkan menjadi sirkuit permanen. Dengan adanya sirkuit permanen, pembalap lokal memiliki tempat latihan yang representatif sehingga kemampuan mereka terus berkembang. Event seperti ini juga terbukti mampu menghidupkan UMKM, perdagangan, jasa, hingga sektor pariwisata di Kecamatan Singingi,” kata Saparman.

Ia berharap pemerintah, komunitas otomotif, dan seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi mengembangkan Sirkuit Harimau Keranji menjadi salah satu ikon olahraga otomotif di Kabupaten Kuantan Singingi.

Dari sisi keamanan, Kapolsek Singingi melalui Bhabinkamtibmas memastikan jajaran kepolisian memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kejuaraan. Personel disiagakan di sejumlah titik untuk mengatur arus lalu lintas, menjaga keamanan, serta mengantisipasi potensi gangguan selama kegiatan berlangsung.

“Kami mendukung penuh kegiatan positif seperti ini karena menjadi wadah bagi generasi muda menyalurkan bakat dan prestasi di bidang olahraga otomotif. Kami mengimbau seluruh peserta, panitia maupun penonton agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan, menjaga keselamatan, menjunjung tinggi sportivitas, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman, tertib dan kondusif selama kejuaraan berlangsung,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan event tersebut sebagai momentum mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan antar komunitas otomotif, sekaligus menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi media pemersatu masyarakat.

Di balik sengitnya persaingan di lintasan, kejuaraan ini menyimpan harapan besar. Harapan bagi para pembalap muda untuk menggapai prestasi, bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan, bagi masyarakat untuk memperoleh hiburan berkualitas, dan bagi Kabupaten Kuantan Singingi untuk semakin dikenal sebagai daerah yang mampu menyelenggarakan event otomotif berskala besar.

Saat matahari mulai condong ke barat, deru mesin masih terus terdengar bersahutan di Sirkuit Harimau Keranji. Setiap putaran roda yang membelah lintasan bukan sekadar mengejar garis finis, melainkan menjadi simbol semangat generasi muda, sportivitas, dan optimisme bahwa dari sebuah desa di Kuantan Singingi, lahir pembalap-pembalap yang kelak membawa nama daerah ke podium-podium bergengsi di tingkat regional hingga nasional.*(jt)

Penulis: jakup tariganEditor: aldian syahmubara
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *