KAUR (GemaNegeri.com) – Pemerintah Desa Tri Jaya, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Wawasan Kebangsaan dalam Kerukunan Umat Beragama di Lingkungan Desa” bersama unsur Forkopimda, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, serta warga desa, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Desa Tri Jaya tersebut menjadi wadah untuk memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang ada di masyarakat.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Kapolsek Nasal IPTU Kosheri, SH, Camat Nasal Widyawati, S.Sos., Kepala Desa Tri Jaya Yosef Arista, Ketua BPD, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kapolsek Nasal IPTU Kosheri, SH menegaskan bahwa kehidupan bermasyarakat yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama.
“Kita hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Walaupun berbeda suku, agama, maupun budaya, kita tetap satu bangsa. Perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup rukun dan damai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kepolisian memiliki peran penting dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui sinergi dengan pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat.
“Keamanan lingkungan tidak hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi juga tanggung jawab bersama. Melalui semangat bertetangga, gotong royong, dan menjaga situasi kamtibmas, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis,” tambahnya.
Kapolsek juga mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Desa Tri Jaya, TNI-Polri, tokoh agama, dan seluruh masyarakat dalam menyelenggarakan kegiatan yang dinilai sangat penting untuk memperkuat persatuan bangsa.
Sementara itu, Kepala Desa Tri Jaya Yosef Arista berharap kegiatan tersebut mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya wawasan kebangsaan sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang pentingnya wawasan kebangsaan sebagai cara pandang terhadap diri sendiri dan lingkungan sebagai satu kesatuan yang utuh, bukan terpisah-pisah,” kata Yosef.
Menurutnya, wawasan kebangsaan lahir dari nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan Indonesia sebagai satu tanah air, satu bangsa, dan satu negara meskipun memiliki keberagaman suku, agama, ras, maupun budaya.
Ia menambahkan, tujuan sosialisasi tersebut di antaranya menjaga keutuhan NKRI dari ancaman perpecahan, separatisme maupun pengaruh asing, menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat bela negara, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta membangun budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi bohong (hoaks) yang mengandung isu SARA serta menghindari penyebaran ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
“Singkatnya, wawasan kebangsaan itu ibarat kacamata yang membuat kita memandang Indonesia sebagai satu rumah besar, bukan kamar-kamar yang saling bersaing. Dengan demikian, persatuan, kerukunan, dan kebersamaan akan tetap terjaga,” tutup Yosef Arista.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Tri Jaya berharap semangat nasionalisme, toleransi, serta kerukunan antarumat beragama semakin tertanam dalam kehidupan masyarakat sehingga mampu menciptakan lingkungan desa yang aman, damai, harmonis, dan mendukung pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh warga.*(Kif)













