Prabowo Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Perkuat Agenda Gizi dan SDM Lewat Kepemimpinan Baru URI

  • Bagikan

JAKARTA (GemaNegeri.com) – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik sejumlah pejabat strategis untuk memimpin Badan Gizi Nasional (BGN) dan Universitas Republik Indonesia (URI) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat agenda prioritas nasional di bidang peningkatan gizi masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat, Presiden Prabowo melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional. Sudaryono menggantikan Nanik S. Deyang yang sebelumnya mengundurkan diri dari jabatan tersebut karena harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Pada kesempatan yang sama, Presiden juga melantik Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) dan Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia.

Pelantikan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden, dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Momentum tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru di dua institusi yang memiliki peran strategis dalam mendukung program pembangunan nasional.

Usai dilantik, Sudaryono menegaskan komitmennya untuk membangun Badan Gizi Nasional sebagai lembaga yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, keberhasilan program-program pemerintah di bidang gizi tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada tata kelola yang bersih dan sistem yang mampu menjamin setiap program berjalan efektif.

Ia menegaskan bahwa BGN akan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk korupsi, penyalahgunaan wewenang, maupun penyimpangan dalam pengelolaan anggaran negara.

“Setiap rupiah anggaran harus benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat. Tidak boleh ada ruang bagi praktik korupsi maupun penyimpangan. Kami akan memperkuat sistem pengawasan agar seluruh program berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran,” tegas Sudaryono.

Komitmen tersebut dinilai sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo yang menempatkan peningkatan kualitas gizi masyarakat sebagai salah satu prioritas utama pemerintah. Badan Gizi Nasional menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan berbagai program strategis, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda Indonesia.

Selain memperkuat sektor gizi, pemerintah juga memberi perhatian besar terhadap pembangunan SDM melalui pembentukan Universitas Republik Indonesia. Kehadiran URI merupakan bagian dari strategi nasional dalam menyiapkan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan integritas tinggi.

Universitas Republik Indonesia diproyeksikan menjadi pusat pengembangan kepemimpinan nasional yang terintegrasi dengan Sekolah Unggulan Garuda, Universitas Republik Indonesia, hingga penguatan Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai pusat pembinaan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan maupun badan usaha milik negara (BUMN).

Melalui ekosistem tersebut, pemerintah berharap lahir generasi pemimpin yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional sekaligus bersaing di tingkat global. Penguatan sektor pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing Indonesia pada masa mendatang.

Pelantikan pimpinan baru di BGN dan URI juga mencerminkan fokus pemerintahan Prabowo terhadap pembangunan manusia secara menyeluruh. Pemerintah memandang peningkatan kualitas gizi dan pendidikan merupakan dua pilar utama dalam menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi.

Dengan tata kelola yang lebih kuat di Badan Gizi Nasional serta hadirnya Universitas Republik Indonesia sebagai pusat pengembangan kepemimpinan, pemerintah optimistis agenda pembangunan SDM dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Prosesi pelantikan turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming, pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, serta Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Kehadiran para pejabat tinggi negara tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan kelembagaan di sektor gizi dan pendidikan yang menjadi bagian penting dari strategi pembangunan nasional.

Dengan pelantikan ini, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk memperkuat institusi-institusi strategis yang berperan langsung dalam membangun kualitas manusia Indonesia.

Pemerintah berharap Badan Gizi Nasional mampu memastikan seluruh program peningkatan gizi berjalan efektif dan tepat sasaran, sementara Universitas Republik Indonesia menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan yang profesional, berintegritas, dan siap membawa Indonesia menghadapi tantangan global.*(kif)

Penulis: zulkifliEditor: aldian syahmubara
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *