KAUR (GemaNegeri.com) — Komitmen TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat kembali diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
Kodam XXI/Raden Inten melalui Kodim 0408/Bengkulu Selatan-Kaur berhasil merampungkan pembangunan Jembatan Gantung Garuda Perintis di Desa Sukajaya, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.
Jembatan tersebut resmi diresmikan dan mulai dapat dimanfaatkan masyarakat pada Selasa, 23 September 2026. Kehadirannya menjadi kabar penting bagi warga Sukajaya, terutama mereka yang selama ini bergantung pada akses tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Bagi masyarakat setempat, jembatan itu bukan sekadar konstruksi penghubung dua sisi wilayah. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu akses penting menuju pusat aktivitas masyarakat, termasuk jalur yang digunakan para pelajar menuju SDN 118 Desa Sukajaya.
Selama ini, kondisi akses yang sulit, terutama ketika musim hujan, menjadi persoalan tersendiri bagi warga. Anak-anak sekolah harus melewati jalur yang tidak selalu mudah dan aman.
Dengan rampungnya pembangunan Jembatan Garuda Perintis, persoalan akses tersebut diharapkan dapat diminimalkan.
Pembangunan jembatan dilaksanakan melalui program unggulan TNI AD Jembatan Perintis Garuda dan diselesaikan dalam waktu kurang dari 100 hari.
Peresmian berlangsung di Desa Sukajaya dengan dihadiri Pjs Dandim 0408/BS-Kaur Kapten Inf. Aswin Aswadi yang diwakili Lettu Inf. Haryanto, Bupati Kaur Gusril Pauzi, Kepala Dinas PUPR, unsur Forkopimcam Nasal, Kapolsek Nasal AKP Kuesherri, Camat Nasal Widyawati, Kepala Desa Sukajaya Muchlis, tokoh masyarakat serta warga.
Peresmian dilakukan secara simbolis melalui pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Kaur bersama perwakilan Kodim 0408/BS-Kaur.
Bukan Sekadar Jembatan
Mewakili Dandim 0408/BS-Kaur, Lettu Inf. Haryanto menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program strategis Kodam XXI/Raden Inten untuk mempercepat mobilitas masyarakat, membuka keterisolasian wilayah, sekaligus mendukung pemerataan ekonomi.
“Ini adalah wujud nyata kehadiran negara. TNI bersama pemerintah daerah hadir untuk rakyat. Semoga jembatan ini dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, terutama untuk anak-anak kita yang bersekolah di SDN 118 agar lebih aman dan cepat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan jembatan tidak hanya dipandang dari sisi fisik. Infrastruktur tersebut memiliki dimensi sosial yang lebih luas karena menyangkut mobilitas warga, akses pendidikan dan konektivitas ekonomi masyarakat.
Bagi wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, sebuah jembatan dapat menjadi pembuka akses yang menentukan.
Akses yang lebih mudah berarti warga dapat bergerak lebih cepat. Anak-anak dapat menuju sekolah dengan lebih aman. Aktivitas ekonomi masyarakat juga memiliki peluang untuk berjalan lebih lancar.
Pemda Apresiasi Sinergi TNI
Bupati Kaur Gusril Pauzi menyampaikan apresiasi atas gerak cepat Kodam XXI/Raden Inten dan jajaran Kodim 0408/BS-Kaur dalam merealisasikan pembangunan jembatan tersebut.
Menurutnya, sinergi antara TNI dan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat, khususnya di wilayah pelosok.
Pembangunan Jembatan Garuda Perintis di Sukajaya menunjukkan bahwa kolaborasi antarlembaga dapat diarahkan pada kebutuhan konkret masyarakat.
Terlebih, infrastruktur tersebut menyentuh kebutuhan dasar warga, mulai dari mobilitas hingga akses pendidikan.
Warga Sambut Gembira
Peresmian Jembatan Garuda Perintis disambut antusias masyarakat Desa Sukajaya.
Warga berharap jembatan yang telah dibangun tersebut dapat menjadi akses permanen yang memberikan rasa aman dan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kondisi akses yang sebelumnya dinilai sulit dan berpotensi membahayakan, khususnya saat musim hujan, kini diharapkan berubah menjadi jalur yang lebih aman dan lancar.
Yang paling merasakan manfaatnya adalah anak-anak sekolah yang setiap hari menggunakan akses tersebut untuk menuju SDN 118 Desa Sukajaya.
Bagi mereka, jembatan ini bukan hanya sebuah bangunan yang membentang di atas jalur penghubung. Ia adalah jalan menuju sekolah, menuju pengetahuan, dan menuju masa depan.
Di tengah berbagai kebutuhan pembangunan di daerah, kehadiran Jembatan Garuda Perintis sekaligus menjadi pengingat bahwa infrastruktur yang sederhana sekalipun dapat memiliki arti besar ketika dibangun tepat di titik kebutuhan masyarakat.
Kini, setelah rampung dan resmi digunakan, tantangannya bukan lagi sekadar membangun.
Masyarakat dan pemerintah memiliki pekerjaan bersama untuk menjaga, merawat dan memastikan jembatan tersebut tetap berfungsi dalam jangka panjang.
Sebab bagi warga Sukajaya, jembatan itu telah menjadi lebih dari sekadar fasilitas fisik. Ia adalah penghubung antara kehidupan sehari-hari, pendidikan anak-anak, dan harapan masyarakat terhadap akses pembangunan yang lebih merata.*(kif)













