Ronda Malam Kembali Dihidupkan, Desa Tri Jaya Perkuat Keamanan Berbasis Gotong Royong

  • Bagikan

KAUR (GemaNegeri.com) — Semangat gotong royong dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan kembali dihidupkan Pemerintah Desa Tri Jaya, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur. Salah satunya melalui pengaktifan kembali kegiatan ronda malam yang melibatkan warga bersama pemuda Karang Taruna. Kamis (1/10/2026).

Kegiatan ronda tersebut dipusatkan di sekitar Masjid Al-Amin yang difungsikan sebagai pos utama. Warga dari setiap RT secara bergiliran bersama anggota Karang Taruna menjalankan ronda malam sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan desa sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan.

Bagi Pemerintah Desa Tri Jaya, keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat. Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Karena itu, ronda malam tidak hanya dipandang sebagai aktivitas menjaga lingkungan dari potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga menjadi ruang sosial untuk mempererat hubungan antarsesama warga.

Kepala Desa Tri Jaya mengatakan, pengaktifan kembali ronda malam merupakan bagian dari upaya mengembalikan semangat kebersamaan masyarakat yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam kehidupan desa.

“Kami ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan. Masjid Al-Amin kita jadikan pusat kegiatan positif,” ujar Kepala Desa Tri Jaya.

Menurutnya, keterlibatan Karang Taruna menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Kehadiran generasi muda diharapkan tidak hanya memperkuat pengamanan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap desa.

Sistem ronda dilakukan secara bergiliran sehingga tanggung jawab keamanan tidak bertumpu pada kelompok tertentu. Setiap RT memiliki jadwal untuk menjalankan ronda bersama pemuda Karang Taruna.

Pemerintah Desa Tri Jaya berharap kegiatan tersebut dapat berjalan secara konsisten dan menjadi budaya masyarakat, bukan sekadar kegiatan sesaat.

Lebih dari sekadar menjaga lingkungan pada malam hari, ronda juga diharapkan menjadi simbol kembalinya ruang-ruang kebersamaan di tengah masyarakat. Dari pos ronda, warga dapat saling berkomunikasi, mengenali kondisi lingkungan, serta membangun solidaritas sosial.

Dengan kembali aktifnya ronda malam, Desa Tri Jaya ingin memastikan bahwa keamanan tumbuh dari kesadaran bersama—dari warga, untuk warga, dan demi terciptanya lingkungan desa yang aman, nyaman serta harmonis.*(kif)

Penulis: zulkifliEditor: refaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *