KAUR, BENGKULU (GemaNegeri.com) — Sebanyak 27 Manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tahun Anggaran 2026 melakukan kunjungan dan koordinasi perdana dengan jajaran Koramil 04 Kodim 0408 Bengkulu Selatan-Kaur. Pertemuan berlangsung di Aula Koramil 04 Kaur Selatan, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi para manajer KDMP yang tersebar di empat kecamatan untuk membangun komunikasi dan koordinasi dengan Babinsa di wilayah kerja masing-masing.
Pabung Kodim 0408/BS-Kaur yang juga menjabat sebagai Danramil 04, Mayor Inf Henry Marpaung, menyambut kedatangan para manajer KDMP tersebut.
Dalam sambutannya, Henry menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus mengingatkan para manajer agar mampu menjalankan amanah dengan baik serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Selamat datang di bumi Se’ase Seijean para manajer KDMP TA 2026 di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Selamat datang di Koramil 04 wilayah Kecamatan Muara Tetap, Kaur Selatan, Maje dan Nasal,” ujar Henry.
Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda perkenalan, tetapi menjadi langkah awal membangun koordinasi antara pengelola KDMP dengan Babinsa yang berada di desa-desa wilayah binaan.
Henry meminta para manajer KDMP menjadikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pendidikan sebagai bekal dalam menjalankan tugas di lapangan.
“Sebagai kunjungan perdana dan koordinasi bersama Babinsa di wilayah desa masing-masing, jadilah para manajer KDMP yang menjadi contoh yang baik dan terdidik seperti apa yang kalian dapatkan selama pendidikan. Jadilah contoh yang terbaik di lingkungan masyarakat dan wilayah kerja masing-masing,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, terhitung sejak 1 Oktober 2026, PT Agrinas telah mengangkat para manajer KDMP. Setelah pengangkatan tersebut, komunikasi dan koordinasi mulai dilakukan dengan jajaran kewilayahan, termasuk Koramil.
Dalam agenda perdana di Koramil 04, sebanyak 27 manajer KDMP dari empat kecamatan hadir bersama jajaran Koramil.
Pertemuan ini sekaligus menandai dimulainya fase kerja para manajer KDMP di tingkat desa. Tantangannya bukan hanya memastikan koperasi berjalan secara administratif, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat melalui tata kelola yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab.
Bagi para manajer, pesan Danramil menjadi relevan: koperasi desa tidak cukup hanya memiliki struktur organisasi dan pengelola.
Ia membutuhkan figur yang mampu menjaga integritas, memahami persoalan masyarakat, serta hadir sebagai bagian dari solusi ekonomi di wilayah masing-masing.
Koordinasi dengan Babinsa diharapkan menjadi salah satu pintu komunikasi kewilayahan agar pelaksanaan program KDMP dapat berjalan selaras dengan kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat desa.*(ald)













