Kapolres Kaur Serap Aspirasi Nelayan Pasar Lama, Persoalan Pelabuhan dan Bantuan Perikanan Mengemuka

  • Bagikan

KAUR (GemaNegeri.com) — Kepolisian tidak semestinya hanya hadir ketika persoalan hukum muncul. Lebih dari itu, institusi kepolisian dituntut mampu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kegelisahan, mengutarakan kebutuhan, sekaligus mencari jalan keluar atas berbagai persoalan kehidupan.

Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat dan Polisi Peduli Pengangguran yang digelar Kapolres Kaur, AKBP Wiwin Syamsul Arifin, S.I.K., M.A.P., di Desa Pasar Lama, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB itu dipimpin langsung Kapolres Kaur bersama sejumlah pejabat utama Polres Kaur. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan kekeluargaan, dengan masyarakat, khususnya para nelayan, menjadi bagian penting dalam dialog tersebut.

Bukan sekadar pertemuan seremonial, kegiatan ini menjadi ruang untuk menyerap aspirasi dan mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Kaur menegaskan bahwa program Polisi Peduli Pengangguran merupakan bagian dari komitmen Polri untuk merangkul generasi muda dan masyarakat yang sedang mencari peluang pekerjaan maupun usaha produktif.

Menurutnya, persoalan kesejahteraan dan terbatasnya kesempatan ekonomi tidak dapat dipandang terpisah dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Masyarakat yang memiliki kesempatan untuk bekerja, mengembangkan keterampilan, dan menjalankan kegiatan produktif diharapkan dapat membangun lingkungan sosial yang lebih sehat dan kondusif.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dan sahabat masyarakat. Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan kendala masyarakat, sehingga dapat bersama-sama mencari solusi,” ujar Kapolres.

Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dan tokoh masyarakat dalam membimbing generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam berbagai perilaku negatif, seperti kenakalan remaja, balap liar, penyalahgunaan narkoba, dan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Terkait persoalan pengangguran, Kapolres menyatakan Polres Kaur siap membantu memfasilitasi masyarakat, terutama kalangan pemuda, untuk memperoleh informasi mengenai peluang usaha, pelatihan keterampilan, hingga kemungkinan membangun kemitraan dengan pihak terkait.

“Kami mengajak masyarakat agar tidak ragu berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas di desa masing-masing. Kami akan berupaya membantu menjembatani kebutuhan masyarakat sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang ada,” tambahnya.

 

Nelayan Sampaikan Persoalan Bantuan hingga Pengerukan Pelabuhan

Di balik suasana dialog yang penuh keakraban, sejumlah persoalan mendasar kehidupan nelayan Desa Pasar Lama turut mengemuka.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebutuhan bantuan sarana dan prasarana perikanan. Para nelayan berharap pendataan serta mekanisme penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran, berdasarkan kondisi dan kebutuhan riil masyarakat.

Bagi nelayan, bantuan bukan sekadar angka dalam program pemerintah. Ketersediaan sarana penunjang perikanan memiliki hubungan langsung dengan produktivitas, keberlangsungan mata pencaharian, dan kemampuan mereka mempertahankan kehidupan ekonomi keluarga.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres Kaur menyatakan kesiapannya untuk menampung dan menjembatani komunikasi dengan instansi terkait, khususnya Dinas Perikanan Kabupaten Kaur.

Harapannya, berbagai kebutuhan yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi dan memperoleh perhatian dari pihak yang memiliki kewenangan.

Persoalan lain yang tidak kalah penting adalah rencana pembangunan pelabuhan di Desa Pasar Lama yang sebelumnya diinformasikan akan dilaksanakan pada 2027.

Masyarakat berharap adanya kejelasan mengenai perkembangan rencana pembangunan tersebut. Sebab, keberadaan pelabuhan dinilai strategis untuk menunjang aktivitas perikanan, memperlancar mobilitas hasil tangkapan, sekaligus membuka peluang peningkatan perekonomian masyarakat pesisir.

Para nelayan juga menyampaikan persoalan akses bahan bakar minyak (BBM), mekanisme pengajuan bantuan perikanan, serta pentingnya transparansi dalam proses penyaluran bantuan agar tidak menimbulkan ketimpangan di tengah masyarakat.

Bahkan, usulan pengerukan pelabuhan yang telah diajukan sejak 2022 kembali disuarakan. Nelayan berharap aspirasi yang telah disampaikan selama beberapa tahun tersebut tidak berhenti sebagai catatan administratif, tetapi memperoleh tindak lanjut yang jelas.

Mendengar berbagai keluhan tersebut, Kapolres menegaskan bahwa seluruh aspirasi akan ditampung dan dikomunikasikan kepada instansi maupun pihak terkait sesuai dengan kewenangannya.

Polres Kaur, menurutnya, siap menjadi jembatan komunikasi agar masyarakat memperoleh perhatian dan informasi yang dibutuhkan.

 

Membangun Kepercayaan Melalui Kehadiran

Di penghujung kegiatan, Kapolres Kaur menegaskan bahwa jajaran Polres, Polsek, hingga Bhabinkamtibmas akan terus meningkatkan responsivitas terhadap pengaduan dan laporan masyarakat.

Pelayanan kepolisian, katanya, harus dilaksanakan secara transparan, profesional, dan humanis.

“Kami ingin masyarakat merasa dekat dengan Polri. Jangan sungkan menyampaikan keluhan, saran maupun informasi. Setiap aspirasi akan kami dengarkan dan tindak lanjuti sesuai tugas serta kewenangan kami. Keamanan dan kesejahteraan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pertemuan sesaat, melainkan menjadi awal dari komunikasi yang berkelanjutan antara kepolisian dan masyarakat.

Sebab, kepercayaan publik tidak semata-mata dibangun melalui slogan atau seragam institusi. Kepercayaan tumbuh ketika masyarakat merasa didengar, persoalannya diperhatikan, dan aspirasi yang disampaikan memperoleh tindak lanjut.

Di Desa Pasar Lama, para nelayan telah menyampaikan kegelisahannya. Kini, harapan mereka adalah agar suara tersebut tidak sekadar tercatat dalam sebuah pertemuan, tetapi juga sampai kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk menghadirkan perubahan.

Dengan demikian, kehadiran Polri di tengah masyarakat benar-benar terasa, bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membangun jembatan komunikasi bagi kehidupan masyarakat yang lebih baik.*(drs)

Penulis: dariusEditor: redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!