Dari Markas Koramil, Dandim 0408/BS Tegaskan Pentingnya Pengabdian dan Kemanunggalan TNI-Rakyat

  • Bagikan

KAUR (GemaNegeri.com) – Kepemimpinan bukan semata tentang komando dan kewenangan, melainkan juga tentang kehadiran, keteladanan, serta kemampuan membangun kedekatan dengan prajurit di garis terdepan pengabdian.

Semangat itulah yang tercermin dalam kunjungan kerja perdana Komandan Kodim (Dandim) 0408/Bengkulu Selatan, Letkol Inf Al-Muttaqin, S.A.P., M.M., M.Tr.Mil., bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang LXVII Kodim 0408/BS ke jajaran Koramil.

Pada Senin (2/11/2026), sekitar pukul 08.30 WIB, Dandim bersama rombongan Perwira Staf Kodim 0408/BS menyambangi Markas Koramil 408-04/Kaur Selatan.

Kedatangan Dandim beserta istri disambut langsung oleh Pabung/Plh Danramil 408-04/Kaur Selatan, Mayor Inf Henry Marpaung, bersama seluruh personel Koramil dan anggota Persit Ranting 04.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Pasi Log Kapten Inf Maruf, Pasi Intel Kapten Inf Dian Bastian, Pasi Pers Lettu David, serta anggota Staf Penerangan Kodim 0408/BS.

Dalam arahannya, Dandim memberikan motivasi kepada seluruh prajurit agar senantiasa menjaga soliditas dan kekompakan, meningkatkan profesionalisme serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas pembinaan teritorial di wilayah masing-masing.

Ia juga menekankan pentingnya membangun dan memelihara hubungan harmonis dengan masyarakat. Sebab, keberadaan TNI di tengah kehidupan sosial bukan hanya sebagai penjaga stabilitas wilayah, tetapi juga bagian dari kekuatan sosial yang tumbuh bersama rakyat.

Bagi prajurit kewilayahan, kepercayaan masyarakat merupakan modal penting dalam menjalankan tugas pengabdian. Karena itu, sikap humanis, kepedulian, dan komunikasi yang baik harus terus menjadi bagian dari kehidupan seorang prajurit.

Selain memberikan pengarahan, Dandim juga meninjau kondisi pangkalan Makoramil 408-04/Kaur Selatan sebagai bagian dari perhatian terhadap kesiapan satuan dan lingkungan kerja.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi antara pimpinan dan personel di tingkat kewilayahan, guna memperkuat kebersamaan serta memastikan pelaksanaan tugas berjalan secara optimal.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama. Seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Pada akhirnya, kekuatan satuan tidak hanya diukur dari kelengkapan organisasi dan kesiapan personelnya, tetapi juga dari soliditas, loyalitas, serta seberapa dekat prajurit dengan rakyat yang menjadi bagian tak terpisahkan dari pengabdiannya.*(kif)

Penulis: zulkifliEditor: redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!