Gugus Belajar 3 BOSP Kaur Perkuat Literasi, Numerasi, dan Karakter Peserta Didik melalui Peningkatan Kompetensi Guru

  • Bagikan

KAUR (GemaNegeri.com) – Pendidikan tidak sekadar mengajarkan peserta didik membaca, menulis, dan berhitung. Lebih dari itu, pendidikan merupakan proses membangun daya pikir, menumbuhkan karakter, serta mempersiapkan generasi yang mampu memahami dan menjawab tantangan kehidupan. Senin (2/11/2026).

Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Penguatan Literasi dan Numerasi serta Pendidikan Penguatan Karakter Peserta Didik yang diselenggarakan Gugus Belajar 3 BOSP Kinerja Terbaik Tahun 2026 di SMP Negeri 5 Kaur, Senin (2/11/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas pendidik sekaligus wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman antarsekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kepala SMP Negeri 5 Kaur, Syahril, S.Pd., selaku tuan rumah, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan kompetensi guru merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda pertemuan atau penyampaian materi semata, tetapi mampu diterapkan secara nyata dalam proses belajar mengajar di sekolah masing-masing.

“Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas guru dalam mengajar. Melalui kegiatan seperti ini, para pendidik dapat memperkaya pengetahuan dan memperoleh metode pembelajaran yang lebih efektif,” ujar Syahril saat diwawancarai awak media.

Kegiatan tersebut menghadirkan fasilitator Sobtidarmi, M.Pd., yang menyampaikan materi secara interaktif dengan dukungan media presentasi dan contoh-contoh konkret yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, Sobtidarmi menegaskan bahwa literasi bukan semata-mata menjadi tanggung jawab guru Bahasa Indonesia. Literasi merupakan kompetensi dasar yang harus dibangun secara bersama oleh seluruh tenaga pendidik, tanpa memandang bidang studi yang diampu.

Setiap guru memiliki peran strategis dalam membiasakan peserta didik membaca, memahami informasi, mengolah gagasan, berpikir kritis, serta mengomunikasikan pengetahuan.

Dengan demikian, literasi tidak hanya tumbuh di ruang kelas Bahasa Indonesia, tetapi juga hadir dalam setiap proses pembelajaran.

Penguatan numerasi turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Sobtidarmi mengajak para guru menghubungkan pembelajaran matematika dengan berbagai persoalan konkret dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan ini diharapkan mampu mengubah cara pandang peserta didik terhadap matematika. Bukan sekadar kumpulan angka, rumus, dan operasi hitung, melainkan kemampuan bernalar yang berguna dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan kehidupan nyata.

Adapun sekolah yang tergabung dalam Gugus Belajar 3 BOSP Kinerja Terbaik Tahun 2026 meliputi:

  1. SD Negeri 61 Kaur.
  2. SMP Negeri 23 Kaur.
  3. SMP Negeri 5 Kaur.
  4. SD IT Darul Ulum.
  5. SMPS Ada Kaur.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar dan mendapat antusiasme dari para peserta yang berasal dari sekolah-sekolah anggota gugus tersebut.

Syahril menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan di SMP Negeri 5 Kaur telah melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan sehingga pelaksanaannya dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, penguatan literasi, numerasi, dan karakter tidak boleh dipandang sebagai program administratif belaka. Ketiganya merupakan fondasi penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia.

Sebab, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari seberapa banyak materi yang disampaikan guru, tetapi juga dari seberapa jauh pengetahuan itu mampu membentuk pola pikir, karakter, dan kecakapan peserta didik dalam menghadapi kehidupan.

Dari ruang-ruang kelas, masa depan generasi sedang dibentuk. Dan di tangan guru yang terus belajar, pendidikan menemukan kembali makna sejatinya.*(drs)

Penulis: dariusEditor: redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!