KAUR (GemaNegeri.com) – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kaur dalam membangun budaya literasi di kalangan generasi muda kembali diwujudkan melalui keikutsertaan pelajar terbaiknya pada ajang Lomba Bertutur Tingkat Provinsi Bengkulu. Tahun ini, Kabupaten Kaur diwakili oleh Bakung S. Meliala, siswa SDN 86 Kaur asal Dusun Sawang, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Maje.
Ajang bergengsi yang mempertemukan para juara dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu tersebut digelar pada Rabu (22/7/2026) di Kota Bengkulu. Sebanyak perwakilan dari 10 kabupaten/kota berkompetisi menampilkan kemampuan bertutur dengan mengangkat cerita rakyat yang sarat nilai budaya, pendidikan, dan karakter.
Keikutsertaan Bakung di tingkat provinsi merupakan buah dari prestasinya setelah berhasil meraih Juara I pada Lomba Bertutur Tingkat Kabupaten Kaur yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kaur beberapa waktu lalu. Hasil tersebut mengantarkannya sebagai duta resmi Kabupaten Kaur untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kaur, Syalehjhon, mengatakan pengiriman peserta ke tingkat provinsi merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan budaya membaca, mengembangkan kemampuan komunikasi anak, sekaligus melestarikan cerita rakyat sebagai warisan budaya bangsa.
Menurutnya, lomba bertutur bukan sekadar perlombaan berbicara di depan umum, tetapi menjadi media pembelajaran yang mampu menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku, memperkaya wawasan, melatih keberanian, serta membentuk karakter melalui nilai-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat.
“Peserta didampingi oleh tim pendamping dan orang tua agar dapat tampil maksimal. Kami berharap perwakilan Kaur dapat meraih prestasi terbaik, mengharumkan nama daerah, dan berpeluang melaju ke tingkat nasional,” ujar Syalehjhon.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kaur terus mendorong berbagai program penguatan literasi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Salah satunya melalui pembinaan peserta lomba bertutur yang tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan bercerita, tetapi juga pada pemahaman isi cerita, penghayatan, teknik penyampaian, ekspresi, hingga kemampuan membangun komunikasi dengan audiens.
Menurut Syalehjhon, cerita rakyat memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya daerah. Melalui kegiatan bertutur, generasi muda diajak mengenal kembali sejarah, legenda, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu sehingga tidak tergerus perkembangan zaman.
Selain menjadi ajang kompetisi, Lomba Bertutur juga menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperkuat kecakapan berkomunikasi yang akan menjadi bekal penting dalam dunia pendidikan maupun kehidupan sosial.
Pemerintah Kabupaten Kaur berharap penampilan Bakung S. Meliala mampu memberikan hasil terbaik sekaligus membawa nama baik daerah di tingkat Provinsi Bengkulu. Lebih dari itu, prestasi tersebut diharapkan dapat memotivasi pelajar lainnya agar semakin gemar membaca, mencintai perpustakaan, serta bangga terhadap kekayaan budaya lokal yang dimiliki Kabupaten Kaur.
Ajang Lomba Bertutur Tingkat Provinsi Bengkulu sendiri merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan gerakan literasi nasional. Melalui kegiatan ini, perpustakaan tidak hanya diposisikan sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, pelestarian budaya, serta ruang pengembangan kreativitas anak-anak Indonesia.
Dengan semangat literasi dan kecintaan terhadap budaya daerah, Kabupaten Kaur optimistis mampu terus melahirkan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan mampu menjadi duta budaya yang mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional.*(kif)













