Helmi Hasan Raih detikSumatera Awards 2026, Infrastruktur Bengkulu Dinilai Jadi Penggerak Konektivitas Antarwilayah

  • Bagikan

JAKARTA (GemaNegeri.com) — Pemerataan pembangunan infrastruktur di Provinsi Bengkulu mendapat pengakuan di tingkat regional Sumatera. Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meraih penghargaan dalam ajang detikSumatera Awards 2026 yang digelar di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (28/8/2026) malam.

Helmi Hasan menerima penghargaan kategori “Inovasi Penggerak Konektivitas Antarwilayah”. Penghargaan tersebut diberikan atas kiprah Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mendorong pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

Penghargaan ini tidak semata melekat pada figur gubernur, tetapi juga merefleksikan kebijakan pembangunan Pemprov Bengkulu yang menempatkan infrastruktur sebagai instrumen penting untuk membuka akses masyarakat, memperlancar mobilitas serta memperkuat hubungan ekonomi antardaerah.

Di bawah kepemimpinan Helmi Hasan, pembangunan infrastruktur diarahkan agar tidak hanya terkonsentrasi pada kawasan tertentu. Alokasi anggaran disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat prioritas masing-masing wilayah.

Salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Bengkulu adalah menyinkronkan program pembangunan jalan dengan pemerintah kabupaten/kota untuk periode 2026–2028.

Sinkronisasi tersebut dipandang penting untuk menghindari pembangunan yang berjalan sendiri-sendiri sekaligus memastikan jaringan jalan antarkawasan dapat dibangun sebagai satu kesatuan konektivitas.

Untuk mendukung agenda tersebut, Pemprov Bengkulu mengalokasikan sekitar Rp600 miliar dari APBD Provinsi Bengkulu untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

Upaya memperkuat konektivitas juga tidak hanya bertumpu pada belanja APBD. Pemerintah Provinsi Bengkulu mengaitkan optimalisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor dengan kemampuan pembiayaan pembangunan.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat ruang fiskal pemerintah daerah dalam membiayai kebutuhan pembangunan, termasuk infrastruktur jalan dan jembatan.

Konteks ini menjadi penting karena pembangunan jalan tidak berhenti pada persoalan fisik. Infrastruktur merupakan fondasi bagi pergerakan orang, barang dan jasa yang pada akhirnya berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Jalan yang menghubungkan pusat produksi dengan pasar, desa dengan pusat pemerintahan, maupun antarkabupaten/kota pada dasarnya merupakan urat nadi perekonomian daerah.

Karena itu, pemerataan infrastruktur sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkecil kesenjangan akses antarwilayah.

detikSumatera Awards 2026 merupakan ajang apresiasi yang digagas detikcom melalui regional detikSumut dan detikSumbagsel.

Ajang tersebut memberikan penghargaan kepada tokoh, institusi pemerintah, BUMD, komunitas hingga korporasi swasta yang dinilai memberikan kontribusi terhadap kemajuan dan inovasi di Pulau Sumatera.

Lebih dari 20 penghargaan diberikan dalam malam penganugerahan tersebut. Penilaian dikurasi oleh dewan redaksi detikcom dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, di antaranya kreativitas, inovasi dan dampak sosial.

Empat kategori utama dihadirkan, yakni Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji, Anugerah Program Ekonomi Terpuji, Anugerah Program Bisnis Terpuji, serta Anugerah Figur Akselerator Kemajuan.

Malam penganugerahan dibuka Pemimpin Redaksi detikcom Ardhi Suryadhi dan dihadiri Founder sekaligus Chairman CT Corp Chairul Tanjung, jajaran menteri, kepala daerah serta sejumlah tokoh penggerak kemajuan dari berbagai wilayah di Sumatera.

Bagi Bengkulu, penghargaan yang diterima Helmi Hasan dapat menjadi momentum untuk melihat kembali sejauh mana pembangunan infrastruktur benar-benar menghadirkan manfaat hingga ke lapisan masyarakat.

Sebab, ukuran paling penting dari sebuah pembangunan bukanlah panjang jalan yang dibangun atau besarnya anggaran yang dialokasikan, melainkan seberapa jauh pembangunan tersebut mampu mengubah akses menjadi kesempatan dan konektivitas menjadi pertumbuhan ekonomi.

Penghargaan detikSumatera Awards 2026 dengan demikian bukan sekadar pengakuan atas sebuah kebijakan. Ia juga menjadi tantangan agar komitmen pemerataan pembangunan tersebut dapat terus dibuktikan di lapangan.

Bagi masyarakat Bengkulu, jalan dan jembatan bukan sekadar proyek konstruksi. Di balik beton, aspal dan bentang jembatan, terdapat harapan agar jarak antardaerah semakin pendek, biaya distribusi semakin efisien dan kesempatan ekonomi semakin terbuka.

Di titik itulah, konektivitas bukan lagi sekadar urusan infrastruktur, melainkan bagian dari ikhtiar membangun Bengkulu yang lebih terhubung dan lebih merata.*(kif)

Penulis: zulkifliEditor: redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *