SINGINGI, KUANTAN SINGINGI, RIAU (GemaNegeri.com) — BLUD UPTD Puskesmas Sungai Keranji menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan sekaligus Forum Konsultasi Publik Tahun 2026, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang koordinasi antara sektor kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, aparat keamanan, kader kesehatan, organisasi masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat sinergi dalam pelaksanaan program kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Sungai Keranji.
Lokakarya ini diarahkan untuk meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan kerja sama lintas sektor, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program kesehatan. Selain itu, forum tersebut juga menjadi wadah untuk menyerap masukan masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan.
Kegiatan dihadiri Camat Singingi Saparman, ST, Kepala Puskesmas Sungai Keranji dr. Eka Saputri beserta jajaran, perwakilan Dinas Kesehatan Kuantan Singingi melalui Kabid Kesmas Asni, S.ST., jajaran Polsek Singingi, Koramil 09 Singingi yang diwakili Serka Mikhael, Pemerintah Desa Sungai Keranji, kader kesehatan, tokoh masyarakat, perwakilan PKK, serta sejumlah unsur lintas sektor lainnya.
Camat Singingi Saparman, ST, mengatakan lokakarya lintas sektoral menjadi momentum penting untuk membangun koordinasi dan komitmen bersama dalam mendukung program kesehatan.
Menurutnya, persoalan kesehatan masyarakat tidak dapat ditangani hanya oleh sektor kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah desa, dunia pendidikan, aparat keamanan, kader, tokoh masyarakat, hingga seluruh unsur yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat.
“Melalui Lokakarya Mini Lintas Sektoral Triwulan ini diharapkan terjalin koordinasi dan komitmen bersama antara sektor kesehatan, pemerintah desa, pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat,” ujar Saparman.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Sungai Keranji dr. Eka Saputri memaparkan berbagai capaian program yang telah dilaksanakan Puskesmas Sungai Keranji hingga tahun 2026.
Pemaparan tersebut menjadi bagian penting dalam forum karena memberikan gambaran mengenai pelaksanaan program kesehatan sekaligus menjadi bahan evaluasi dan pembahasan bersama lintas sektor.
Dr. Eka menegaskan, keterlibatan seluruh sektor sangat dibutuhkan agar program kesehatan yang telah dirancang dapat berjalan secara efektif di lapangan.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta menjadi lebih memahami peran dan tanggung jawab masing-masing sektor dalam mendukung program kesehatan masyarakat, serta mampu berkolaborasi dalam upaya promotif, preventif, dan penanggulangan masalah kesehatan di wilayah kerja Puskesmas,” jelasnya.
Ia menambahkan, Puskesmas Sungai Keranji akan terus berupaya mengoptimalkan pelayanan publik kepada masyarakat.
Penguatan koordinasi lintas sektor dinilai menjadi salah satu kunci agar berbagai persoalan kesehatan dapat ditangani lebih cepat dan tepat, tidak hanya melalui pendekatan pengobatan, tetapi juga melalui upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan Dinas Kesehatan Kuantan Singingi melalui Kabid Kesmas Asni, S.ST. Ia menilai pelaksanaan Lokakarya Mini Lintas Sektor Puskesmas Sungai Keranji menunjukkan adanya komitmen untuk melibatkan berbagai elemen yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.
Menurut Asni, inisiatif Puskesmas Sungai Keranji mengajak lintas sektor berpartisipasi aktif merupakan langkah positif. Kolaborasi tersebut penting untuk memastikan berbagai program kesehatan tidak berhenti pada tataran perencanaan, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat.
Dukungan dan komitmen pemerintah setempat serta mitra kerja juga dinilai menjadi bagian penting dalam keberhasilan pelaksanaan program kesehatan.
Dengan dukungan dan fasilitasi dari Dinas Kesehatan Kuantan Singingi, kegiatan lokakarya tersebut dapat terlaksana dengan baik dan menghasilkan sejumlah kesepahaman bersama untuk mendukung pelaksanaan program kesehatan di tingkat lapangan.
Suasana kegiatan berlangsung cukup antusias. Peserta tidak hanya mengikuti pemaparan, tetapi juga aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai masukan terkait peningkatan efektivitas program lintas sektor serta penguatan kolaborasi dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Forum tersebut sekaligus menegaskan bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat membutuhkan kerja bersama. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah, masyarakat dan berbagai sektor terkait.

Melalui Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan dan Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 ini, Puskesmas Sungai Keranji berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan, sekaligus mengoptimalkan pelayanan publik agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah kerjanya.*(gan)













