Indonesia Youth Epicentrum Desak Polisi Usut Dugaan Illegal Logging di Bukit Betabuh

  • Bagikan

TELUK KUANTAN (GemaNegeri.com) – Di tengah gaung program Green Policing yang gencar dikampanyekan Polres Kuantan Singingi melalui kegiatan penanaman dan pembagian bibit pohon kepada masyarakat, muncul sorotan terhadap kondisi kawasan Hutan Lindung Bukit Betabuh yang diduga terus mengalami ancaman kerusakan akibat aktivitas pembalakan liar. Selasa (2/6/2026).

Sorotan tersebut disampaikan oleh Indonesia Youth Epicentrum melalui Kepala Bidang Lingkungan Hidupnya, Robi Camdra, Selasa (2/6/2026). Organisasi kepemudaan yang aktif mengawal berbagai isu lingkungan itu menilai bahwa upaya pelestarian lingkungan harus berjalan seiring dengan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan kehutanan.

Menurut Robi, program penghijauan yang dilakukan aparat kepolisian patut diapresiasi sebagai langkah positif dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Namun, ia mengingatkan bahwa upaya tersebut akan kehilangan makna apabila pada saat yang sama kawasan hutan lindung justru terus mengalami perambahan dan penebangan secara ilegal.

“Kami mengapresiasi upaya Polres Kuantan Singingi dalam menggalakkan program Green Policing. Namun, di saat yang sama, kami juga melihat adanya dugaan pembalakan liar yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Bukit Betabuh. Tindakan nyata dalam penegakan hukum terhadap pelaku perusakan lingkungan harus menjadi prioritas,” ujar Robi Camdra.

Pernyataan tersebut muncul setelah adanya informasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai aktivitas pengangkutan kayu yang diduga berasal dari kawasan hutan lindung. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kerap melihat kendaraan pengangkut kayu melintas melalui jalur Pucuk Rantau hingga Kuantan Mudik.

Warga tersebut juga menyebut bahwa sebagian pelaku diduga berasal dari wilayah Sumatera Barat. Meski demikian, informasi tersebut masih berupa keterangan masyarakat yang membutuhkan pembuktian lebih lanjut melalui penyelidikan aparat penegak hukum.

Jika dugaan tersebut benar, maka kondisi ini menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan Hutan Lindung Bukit Betabuh yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan penyangga ekosistem penting di Kabupaten Kuantan Singingi.

Bukit Betabuh memiliki fungsi strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Selain menjadi habitat berbagai flora dan fauna, kawasan tersebut juga berperan sebagai daerah resapan air yang menopang kehidupan masyarakat di sekitarnya. Kerusakan hutan yang terjadi secara terus-menerus dikhawatirkan dapat memicu berbagai dampak ekologis, mulai dari berkurangnya keanekaragaman hayati hingga meningkatnya risiko bencana lingkungan.

Indonesia Youth Epicentrum menegaskan bahwa perlindungan lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial seperti penanaman pohon semata. Menurut mereka, langkah yang lebih penting adalah memastikan bahwa setiap bentuk perusakan lingkungan mendapat penanganan serius dan penegakan hukum yang tegas.

“Kami mendesak Polres Kuantan Singingi untuk segera melakukan penyelidikan dan pengungkapan terhadap dugaan pembalakan liar yang terjadi di kawasan Bukit Betabuh. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa setiap bentuk perusakan lingkungan mendapat respons yang serius dari negara,” tegas Robi.

Lebih lanjut, pihaknya juga meminta aparat penegak hukum untuk menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak-pihak tertentu yang memberikan perlindungan terhadap aktivitas ilegal tersebut. Menurut Robi, apabila ditemukan adanya oknum yang terbukti terlibat, maka tindakan tegas harus diberikan tanpa pandang bulu.

Permintaan tersebut, katanya, penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum sekaligus menghilangkan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Apabila memang ada aktivitas ilegal yang berlangsung secara terbuka, maka perlu dipastikan bagaimana pengawasan dilakukan. Jangan sampai muncul persepsi negatif yang justru merugikan institusi penegak hukum sendiri,” tambahnya.

Indonesia Youth Epicentrum juga mendorong penguatan pengawasan di kawasan Bukit Betabuh melalui sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, instansi kehutanan, dan masyarakat setempat. Keterlibatan seluruh pihak dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga kelestarian kawasan hutan yang semakin terancam oleh aktivitas eksploitasi.

Sebagai organisasi yang fokus pada isu kepemudaan dan lingkungan, Indonesia Youth Epicentrum menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai persoalan lingkungan hidup di Kuantan Singingi. Mereka berharap upaya pelestarian alam tidak hanya menjadi slogan, melainkan diwujudkan melalui langkah nyata yang mampu menjaga warisan lingkungan bagi generasi mendatang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Kuantan Singingi terkait dugaan aktivitas pembalakan liar yang disampaikan Indonesia Youth Epicentrum tersebut. Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi guna mendapatkan informasi yang berimbang.*(anje)

Penulis: andrian jeneriEditor: aldian syahmubara
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *