BENGKULU SELATAN (GemaNegeri.com) – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali menjadi kekuatan utama dalam pembangunan infrastruktur di pedesaan. Hal itu terlihat dari kekompakan personel Satgas Koramil 408-05/Manna bersama masyarakat saat melaksanakan pemasangan mal lantai jembatan beton di Desa Kuripan, Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan, Selasa (14/7/2026).

Sejak pagi hari, personel Babinsa bersama warga tampak bekerja bahu-membahu menyelesaikan tahapan demi tahapan pembangunan jembatan. Pemasangan mal lantai menjadi salah satu proses penting sebelum dilakukan pengecoran lantai jembatan yang nantinya akan menjadi akses utama masyarakat.
Suasana penuh kebersamaan begitu terasa di lokasi pembangunan. Tanpa mengenal lelah, anggota TNI dan warga saling berbagi tugas sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang menyiapkan material, memasang rangka mal, mengangkat peralatan, hingga memastikan setiap bagian konstruksi terpasang dengan baik.
Pembangunan jembatan beton tersebut terus dikebut karena keberadaannya sangat dinantikan masyarakat. Selama ini, akses yang ada dinilai belum sepenuhnya mampu menunjang mobilitas warga, terutama saat musim hujan ketika kondisi jalan dan jembatan menjadi lebih sulit dilalui.
Melalui pembangunan jembatan beton ini, diharapkan akses transportasi masyarakat menjadi lebih aman, nyaman, dan lancar. Selain memudahkan aktivitas sehari-hari, keberadaan jembatan juga diyakini akan mempercepat distribusi hasil pertanian, mempermudah akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Kuripan.
Untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan, Satgas bersama masyarakat menambah jumlah tenaga tukang yang memiliki keahlian dalam pembangunan konstruksi jembatan. Penambahan tenaga kerja tersebut dilakukan agar setiap tahapan pekerjaan dapat berlangsung lebih efektif tanpa mengurangi kualitas hasil pembangunan.
Kepala tukang yang memimpin pekerjaan mengatakan seluruh tim berkomitmen memberikan hasil terbaik demi kepentingan masyarakat.
“Kami akan terus berusaha agar pembuatan jembatan ini bisa terlaksana sesuai harapan masyarakat dan dapat digunakan secepatnya,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama yang solid antara personel TNI dan masyarakat menjadi modal utama dalam mempercepat pembangunan. Dukungan warga yang secara sukarela ikut bergotong royong juga menjadi penyemangat bagi seluruh tim di lapangan.
Babinsa Koramil 408-05/Manna yang terlibat dalam kegiatan tersebut juga terus memberikan motivasi kepada masyarakat agar semangat gotong royong tetap terjaga hingga seluruh pekerjaan selesai. Kehadiran Babinsa tidak hanya sebagai pendamping pembangunan, tetapi juga menjadi penggerak partisipasi masyarakat dalam mewujudkan infrastruktur yang berkualitas.
Program pembangunan yang melibatkan TNI bersama masyarakat selama ini dinilai mampu mempererat hubungan emosional antara aparat dan warga.
Melalui kegiatan seperti ini, kemanunggalan TNI dengan rakyat tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.
Masyarakat Desa Kuripan pun menyambut baik pembangunan jembatan tersebut. Mereka berharap proses pengerjaan dapat segera rampung sehingga jembatan dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas masyarakat, terutama dalam mengangkut hasil perkebunan dan pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga.
Dengan progres pekerjaan yang terus mengalami peningkatan dan semangat gotong royong yang tetap terjaga, pembangunan jembatan beton di Desa Kuripan optimistis dapat diselesaikan sesuai target. Kehadiran jembatan baru ini nantinya diharapkan menjadi infrastruktur strategis yang mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Bengkulu Selatan.*(kif)













