TELUK KUANTAN (GemaNegeri.com) – Pernyataan keras dilontarkan Staf Khusus Bupati Kuantan Singingi, H. Saifullah Afrianto. Ia secara terbuka mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Kuansing untuk segera melakukan penertiban total terhadap kendaraan dinas, yang dinilai sudah berada dalam kondisi “darurat penyalahgunaan”. Rabu (8/4/2026).
Tak tanggung-tanggung, Saifullah meminta agar seluruh kendaraan dinas ditarik kembali sebelum dilakukan penataan ulang. Langkah ini dianggap penting untuk menyelamatkan aset daerah dari praktik yang dinilai semakin tak terkendali.
Saifullah mengungkap fenomena mencengangkan: kendaraan dinas berplat merah justru banyak dikuasai oleh pihak yang tidak berhak.
“Banyak kendaraan plat merah dipegang oleh non-ASN, bahkan ASN yang belum layak. Ini jelas menyalahi aturan dan mencederai rasa keadilan,” tegasnya.
Kondisi ini, menurutnya, bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi sudah mencerminkan buruknya tata kelola aset daerah yang berpotensi merugikan negara.
Yang lebih mengejutkan, Saifullah menyebut adanya laporan bahwa kendaraan dinas dijadikan jaminan utang oleh oknum tertentu.
Jika benar, praktik ini bukan hanya pelanggaran, tetapi bisa mengarah pada indikasi penyalahgunaan aset negara secara serius.
“Lebih baik ditarik semua dulu. Baru diinventarisasi ulang dan dibagikan sesuai aturan. Kalau ini dibiarkan, citra Pemda bisa hancur,” ujarnya.
Sentilan Keras ke Pucuk Pimpinan
Tak berhenti pada isu aset, Saifullah juga menyentil langsung kinerja jajaran pimpinan daerah, termasuk Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah.
Dengan nada sindiran tajam, ia mengkritik pola kerja yang dinilai pasif dan minim inovasi.
“Jangan seperti paku, diketok baru jalan.”
Sindiran ini menegaskan perlunya perubahan pola kerja birokrasi dari sekadar reaktif menjadi proaktif dan inovatif.
Saifullah menegaskan, tanpa pembenahan serius, Kuansing akan sulit bersaing dengan daerah lain di Riau.
Ia meminta seluruh lini pemerintahan bergerak cepat, solid, dan berani melakukan terobosan demi mewujudkan visi daerah yang lebih maju.
“Wabup dan Sekda harus punya inovasi dari semua lini. Jangan hanya menunggu. Kalau mau maju, harus bergerak sekarang,” tutupnya.*(anje)













