BENGKULU TENGAH (GemaNegeri.com) — Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di Kabupaten Bengkulu Tengah melalui kegiatan Safari Ramadan yang digelar di Masjid Jami’atul Khair, Kecamatan Taba Penanjung, Ahad (1/3/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menekankan bahwa Bengkulu Tengah memiliki posisi krusial karena berbatasan langsung dengan Kota Bengkulu, sehingga membutuhkan dukungan pembangunan yang berkelanjutan dan terencana.
“Bengkulu Tengah adalah wilayah penyangga ibu kota provinsi. Infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, dan mendorong pemerataan pembangunan,” ujar Helmi Hasan di hadapan jamaah dan unsur pemerintahan setempat.
Pada tahun anggaran 2025, Pemerintah Provinsi Bengkulu mengalokasikan dana sebesar Rp158 miliar untuk pembangunan dan peningkatan empat ruas jalan utama di Bengkulu Tengah. Sementara pada 2026, proyek lanjutan pembangunan ruas Tugu Hiu–Taman Hutan Raya–Simpang Kroya direncanakan dengan alokasi anggaran Rp12 miliar.
Selain fokus pada infrastruktur, Pemprov Bengkulu juga menyalurkan berbagai program sosial langsung kepada masyarakat. Sebanyak 12 unit ambulans desa diserahkan untuk meningkatkan layanan kesehatan, serta pemasangan listrik gratis bagi 458 rumah warga kurang mampu sebagai bagian dari upaya pengentasan ketimpangan layanan dasar.
Bantuan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi turut diberikan kepada pengurus masjid, berupa dana Rp50 juta untuk pembangunan masjid, 10 mushaf Al-Qur’an, alat pertanian, kompresor usaha mikro, kepesertaan BPJS Kesehatan, serta Buku Bumi Merah Putih sebagai sarana edukasi kebangsaan.
Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap daerah yang dipimpinnya. Menurutnya, Safari Ramadan tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga wadah evaluasi dan konsolidasi pembangunan hingga ke tingkat desa.
“Safari Ramadan ini memberi ruang dialog langsung antara pemerintah provinsi dan masyarakat, sekaligus memastikan program pembangunan benar-benar dirasakan oleh warga,” kata Rachmat.
Kegiatan Safari Ramadan ini menjadi bagian dari pendekatan pemerintah daerah dalam memadukan nilai keagamaan, penguatan silaturahmi, serta penegasan kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat di daerah.*(Kif)













