Peringati HUT Desa Air Emas ke-33, Warga Gelar Tasyakuran Sederhana Penuh Kehangatan

  • Bagikan

AIR EMAS (GemaNegeri.com) – Suasana kebersamaan menyelimuti halaman Balai Desa Air Emas pada Rabu malam (26/11/2025) pukul 20.30 WIB. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Desa Air Emas ke-33, masyarakat menggelar acara tasyakuran secara sederhana namun penuh makna sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang desa sejak masa transmigrasi hingga menjadi desa yang maju dan sejahtera seperti saat ini.

Acara tasyakuran ini dihadiri oleh Kepala Desa Air Emas H. Adi Setiyo, SH, tokoh agama KH. Muzakir, KH. Sukarno dan KH. Misbahudin, tokoh masyarakat H. Sukarwi dan Abas, perangkat desa, linmas, serta masyarakat dari berbagai dusun.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Air Emas, H. Adi Setiyo, SH, menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh masyarakat yang tetap menjaga tradisi syukuran setiap tahun.

“Acara tasyakuran ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat kita, terutama di daerah eks-trans. Ini adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perjalanan panjang dan perkembangan desa hingga saat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, KH. Muzakir dalam tausiyahnya membawa masyarakat bernostalgia melalui kisah awal berdirinya Desa Air Emas. Ia mengisahkan bagaimana pada awal masa transmigrasi, banyak warga yang tidak betah dan pulang kampung kembali ke Jawa setelah menjual tanah yang telah diberikan pemerintah.

“Dulu banyak yang tidak sabar, memilih pulang, padahal mereka sudah mendapat anugerah yang besar dari pemerintah. Berbeda dengan warga yang bertahan, bersyukur, dan bekerja keras—kini mereka menikmati hasilnya dengan kehidupan yang sejahtera,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa perkembangan Desa Air Emas hari ini merupakan bukti nyata bahwa kesabaran, persatuan, dan syukur membawa keberkahan.

Acara tasyakuran ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Sukarno dan KH. Misbahudin, dilanjutkan dengan pemotongan dan makan tumpeng sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur seluruh masyarakat Desa Air Emas.

Perayaan sederhana tersebut menjadi momentum untuk menguatkan kembali nilai persaudaraan serta tekad membangun desa agar semakin maju di masa depan.*(JT)

Penulis: Tarigan JakupEditor: aldian syahmubara
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *