KAUR (GemaNegeri.com) – Polres Kaur bersama Pemerintah Kabupaten Kaur mengikuti Zoom Meeting Launching Lomba Ketahanan Pangan Satu Desa Satu Hektare (Sadesahe) yang digelar serentak se-Provinsi Bengkulu, Senin (25/8/2025) di lahan pertanian Pemda Kaur, Desa Cucupan, Kecamatan Tetap.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, SE didampingi Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si.
Hadir dalam kegiatan antara lain Wakil Bupati Kaur, Waka Polres Kaur, Danramil Kaur Tengah, para pejabat utama Polres Kaur, Kadis Pertanian, Kadis Ketahanan Pangan, Ketua APDESI Kabupaten dan Kecamatan se-Kaur, hingga para Penyuluh Pertanian Kecamatan (PPK).
Pelaksanaan launching dilakukan secara online dan offline di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu, dengan fokus meningkatkan produktivitas jagung. Tercatat sebanyak 1.341 desa se-Bengkulu akan ikut serta dalam program ini. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan alat pertanian dan bibit jagung secara simbolis.
Kapolda Bengkulu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
> “Program Sadesahe ini adalah wujud kolaborasi antara pemerintah dan Polda Bengkulu. Sinergi inilah yang menjadi modal penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” tegas Kapolda.
Gubernur Bengkulu juga menekankan bahwa program Sadesahe bukan sekadar lomba, melainkan gerakan bersama untuk mewujudkan kemandirian pangan di desa.
> “Jika desa mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, maka angka kemiskinan dapat ditekan, ekonomi lokal meningkat, sekaligus memperkuat daya tahan kita menghadapi krisis pangan global,” ujar Gubernur.
Program Sadesahe memiliki sejumlah tujuan, yakni:
1. Mendorong desa agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
2. Mengoptimalkan pemanfaatan lahan, sekecil apa pun, agar lebih produktif.
3. Menghadirkan sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan.
4. Mendukung program Presiden melalui Asta Cita.
Melalui program ini, setiap desa diharapkan mampu memanfaatkan minimal satu hektare lahan untuk ditanami komoditas pangan unggulan, khususnya jagung, guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa.*(Kif)













