Jaga Kekhusyukan Ramadhan, Kapolres Kuansing Keluarkan Himbauan Kamtibmas: Larang Perang Sarung hingga Sound System

  • Bagikan

TELUK KUANTAN (GemaNegeri.com)– Guna memastikan situasi yang kondusif dan aman selama bulan suci Ramadhan, Kapolres Kuantan Singingi (Kuansing), AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., secara resmi mengeluarkan maklumat himbauan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi berbagai aktivitas negatif yang kerap muncul dan berpotensi mengganggu ibadah serta ketertiban umum. Melalui pesan visual yang disebarkan, Kapolres menekankan empat poin utama larangan selama bulan Ramadhan:

Poin-Poin Larangan Utama:

Aksi Perang Sarung: Masyarakat dilarang keras melakukan aksi perang sarung karena dinilai berpotensi memicu perkelahian massal dan gangguan fisik.

Konvoi dan Balap Liar: Menghindari segala bentuk iring-iringan kendaraan maupun aksi balap liar yang membahayakan nyawa dan mengganggu ketenangan warga.

Penggunaan Petasan/Mercon: Larangan bermain petasan atau mercon demi menjaga keamanan dari bahaya kebakaran dan suara bising yang mengganggu jalannya ibadah.

Ronda Sahur dengan Sound System: Kegiatan membangunkan sahur dilarang menggunakan perangkat pengeras suara (sound system) yang berlebihan agar tidak menimbulkan polusi suara.

“Mari bersama-sama kita menjaga dan menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di bulan suci Ramadhan,” pesan AKBP Hidayat Perdana dalam pernyataan resminya.

Ajakan Kepada Masyarakat

Pihak Kepolisian Resor Kuansing juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk proaktif dalam menjaga lingkungan masing-masing. Jika warga menemukan adanya gangguan keamanan atau aktivitas yang mencurigakan, mereka dihimbau untuk segera melapor.

Masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian melalui:

Call Center Polri: 110

Media Sosial Resmi: Humas Polres Kuansing (Facebook, Instagram, TikTok, dan X)

Dengan adanya himbauan ini, diharapkan pelaksanaan ibadah puasa di wilayah hukum Kuantan Singingi dapat berjalan dengan khidmat, aman, dan penuh kedamaian.*(anje)

Penulis: andrian jeneriEditor: redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *