Dengan Semangat Gotong Royong, Warga Desa Air Emas Bersihkan Area Makam

  • Bagikan

AIR EMAS, KUANSING (GemaNegeri.com) –
Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial tampak begitu kental menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) di areal Tanah Kas Desa (TKD), Desa Air Emas, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat (13/02/2026). Puluhan warga bersama perangkat desa, para kepala dusun, serta tokoh masyarakat bahu-membahu melaksanakan kerja bakti membersihkan area pemakaman.

Kegiatan gotong royong ini digagas oleh Pemerintah Desa Air Emas sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah mendahului dan dimakamkan di tempat tersebut. TPU yang bersih dan tertata diharapkan memberi kenyamanan bagi masyarakat yang berziarah.

Kepala Desa Air Emas, H. Adi Setiyo, SH, dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja bakti ini merupakan cerminan nilai luhur gotong royong yang masih terjaga dan hidup di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini adalah kolaborasi seluruh elemen warga, mulai dari perangkat desa hingga masyarakat umum. Kami ingin menciptakan pemakaman yang bersih, rapi, dan indah sebagai bentuk kepedulian serta penghormatan kita bersama,” ujarnya.

Sejak pagi hari, warga telah berdatangan dengan membawa berbagai peralatan kebersihan seperti cangkul, sabit, sapu, hingga mesin pemotong rumput. Rumput liar dibersihkan, sampah dan dedaunan kering dikumpulkan, sementara sejumlah warga tampak membersihkan kembali nisan-nisan makam yang warnanya mulai pudar dimakan usia.

Salah seorang warga, Tigan, mengaku bangga dapat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Kebersihan makam ini adalah tanggung jawab kita bersama. Selain menjaga lingkungan, kegiatan seperti ini juga mempererat hubungan dan kekompakan antarwarga,” ungkapnya.

Kerja bakti ini tidak hanya bermakna sebagai upaya menjaga kebersihan semata, namun juga menjadi pengingat akan pentingnya nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan rasa hormat terhadap para pendahulu. Di tengah arus kehidupan modern yang kian individualistis, semangat gotong royong seperti ini diharapkan terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi masyarakat di berbagai tempat.*(JT)

Penulis: Jakup TariganEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *