Cemari Sumber Air Kolam Ikan, Bhabinkamtibmas Seberang Taluk Beri Ultimatum 1×24 Jam Pelaku PETI di Aliran Sungai Soriak

  • Bagikan

TELUK KUANTAN (GemaNegeri.com) – Aliran sungai yang menjadi urat nadi bagi kelompok tani ikan di Desa Seberang Taluk Hilir kini dalam kondisi memprihatinkan. Diduga akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) oleh oknum warga dari Kenegerian Kopah, sumber air kolam ikan milik warga tercemar hebat.

Merespons keluhan masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Seberang Taluk, Aiptu Hasbi Indra dari Polsek Kuantan Tengah, langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan aktivitas PETI di aliran sungai yang mengarah ke kelompok tani Kolam Sungai Soriak dan kelompok tani Sungai Tonom Ikan, Senin (23/2).

Dalam peninjauan tersebut, Aiptu Hasbi Indra memberikan peringatan tegas kepada para pemilik rakit PETI. Ia meminta agar seluruh aktivitas ilegal tersebut segera dihentikan dan peralatan tambang dibongkar secara mandiri.

“Kami berikan waktu 1×24 jam kepada pemilik PETI untuk membongkar alat-alat mereka. Aktivitas ini jelas merugikan masyarakat luas, terutama para kelompok tani ikan di Desa Seberang Taluk Hilir yang bergantung pada aliran sungai ini,” ujar Aiptu Hasbi.

Dampak dari limbah tambang tersebut dirasakan langsung oleh para peternak ikan. Keruhnya air sungai yang bercampur material tambang membuat kualitas air menurun drastis.

Salah satu pemilik kolam mengungkapkan kekecewaannya karena usaha yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga kini terancam hancur.

Gagal Panen: Sejak aktivitas PETI marak, warga sering mengalami gagal panen.

Kematian Ikan: Ikan-ikan di kolam sering ditemukan mati mendadak akibat kondisi air yang tercemar.

Harapan pada APH: Warga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bertindak lebih tegas dan menertibkan aktivitas tersebut secara permanen.

“Kami sangat bergantung pada usaha kolam ikan ini. Sejak air tercemar, ikan sering mati mendadak dan kami rugi besar. Kami mohon kepada pihak kepolisian untuk segera menertibkan aktivitas PETI ini sebelum usaha kami benar-benar mati,” ungkap salah satu pemilik kolam dengan nada getir.

Situasi di lokasi saat ini terus dipantau oleh pihak Kepolisian Sektor Kuantan Tengah guna memastikan ultimatum 1×24 jam tersebut dipatuhi oleh para pelaku tambang ilegal.*(anje)

Penulis: andrian jeneriEditor: aldian syahmubara
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *