Cahaya yang Tak Pernah Padam: Ramadhan, Pos Kamling, dan Doa-doa yang Dijaga Bersama

  • Bagikan

SINGINGI, KUANTAN SINGINGI (GemaNegeri.com) – Ramadhan selalu datang membawa sunyi yang menenangkan. Malam-malamnya tidak benar-benar gelap, sebab selalu ada cahaya kecil yang menyala—di masjid, di rumah-rumah warga, dan di pos kamling yang setia menjaga desa. Di bulan suci inilah, rasa aman menjadi bagian dari ibadah yang tak terucap, namun dirasakan bersama.

Ahad malam (22/2/2026), pukul 20.00 hingga 21.00 WIB, kegiatan Satuan Keamanan Lingkungan (Sat Kamling) dilaksanakan di Pos Kamling RT 02/RW 003 Dusun Batang Uwo, Desa Kebun Lado, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polsek Singingi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadhan.

Di bawah cahaya lampu pos ronda yang sederhana, warga duduk bersisian, berbincang pelan, sembari sesekali menatap jalan desa yang lengang. Suasana terasa hangat, bukan karena keramaian, melainkan karena kebersamaan. Ramadhan seolah mengajarkan bahwa menjaga lingkungan adalah bentuk kepedulian yang paling nyata.

Petugas yang melaksanakan giat tersebut, AIPDA Devy Asnadi, turun langsung melakukan monitoring sekaligus bersilaturahmi dengan warga yang tengah ronda malam. Dengan bahasa yang santun dan penuh keakraban, ia menyampaikan imbauan kamtibmas agar warga tetap waspada, saling menjaga, dan tidak lengah, terutama di jam-jam rawan menjelang sahur.

“Ramadhan ini mari kita jaga bersama. Keamanan lingkungan adalah bagian dari kenyamanan beribadah. Kalau desa aman, ibadah pun jadi lebih khusyuk,” tutur AIPDA Devy Asnadi.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah warga memberi rasa tenang tersendiri. Bagi masyarakat, Sat Kamling bukan hanya rutinitas, melainkan ruang perjumpaan antara kepolisian dan warga dalam semangat yang setara—saling menjaga, saling menguatkan.

“Saat Ramadhan seperti ini, ronda malam terasa lebih bermakna. Ada rasa aman, ada kebersamaan. Apalagi polisi ikut turun langsung, kami merasa desa ini benar-benar diperhatikan,” ungkap Ronal, warga Dusun Batang Uwo.

Hal serupa disampaikan Wawan, warga setempat yang juga turut berjaga malam itu. Menurutnya, Sat Kamling di bulan Ramadhan memberi ketenangan batin bagi masyarakat.

“Kami bisa tarawih dengan tenang, sahur pun nyaman. Ada rasa aman karena lingkungan dijaga bersama. Ini bukan soal ronda saja, tapi soal saling peduli,” ujar Dian.

Kegiatan Sat Kamling tersebut menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas kamtibmas selama bulan suci. Sinergi antara aparat dan masyarakat diharapkan terus terjaga, sehingga Ramadhan dapat dijalani dengan rasa aman, damai, dan penuh keberkahan.

Malam terus beranjak. Di Desa Kebun Lado, cahaya pos kamling tetap menyala—menjadi saksi bahwa di bulan Ramadhan, keamanan bukan hanya tugas, melainkan doa yang dijaga bersama, dalam diam dan kebersamaan.*(yd)

Penulis: RaswadiEditor: aldian syahmubara
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *