GEMA NEGERI NEWS (GemaNegeri.com) – Dulu, di dapur-dapur sederhana yang berasap kayu bakar, air tajin selalu punya tempat istimewa di panci rebusan nasi.
Bagi generasi modern, mungkin ia hanya dianggap air sisa rebusan beras. Namun bagi para orang tua dan kakek-nenek kita, cairan putih keruh yang sedikit kental ini adalah eliksir serbaguna yang menyimpan segudang manfaat dan kisah perjuangan hidup.
Jauh sebelum susu formula, obat modern, dan produk kecantikan impor mudah ditemukan, air tajin telah menjadi bagian penting dari kearifan lokal Asia. Ia bukan sekadar air, tapi simbol kasih sayang, penghematan, dan daya juang di tengah keterbatasan.
Pada masa ketika ekonomi sulit dan susu formula sulit dijangkau, banyak orang tua menggantungkan harapan pada air tajin untuk memastikan anak-anaknya tidak kelaparan.
Cairan ini mengandung karbohidrat dari pati beras yang memberi energi dan kalori—cukup untuk menjaga daya tahan tubuh di masa-masa genting.
Ilmu gizi modern memang menegaskan bahwa air tajin tidak bisa menggantikan kelengkapan nutrisi ASI atau susu formula. Namun secara historis, air tajin telah menjadi “susu darurat” yang menolong banyak keluarga melewati masa kekurangan.
Air tajin juga dikenal sebagai penolong pertama saat ada masalah pencernaan.
Mengatasi diare. Teksturnya lembut dan mudah dicerna, sementara kandungan patinya dipercaya dapat membantu memadatkan feses dan mencegah dehidrasi—terutama pada anak-anak. Di masa ketika oralit belum dikenal luas, air tajin hangat menjadi solusi cepat dan aman.
Meredakan maag. Orang dewasa zaman dulu pun kerap meminumnya untuk menenangkan lambung. Cairan kentalnya dipercaya melapisi dinding lambung dan mengurangi rasa perih akibat asam lambung yang naik.
Bagi para petani dan buruh di masa lalu, air tajin adalah minuman penyegar yang memberi tenaga.
Segelas air tajin hangat sebelum turun ke sawah atau saat istirahat dipercaya mampu mengembalikan energi yang terkuras. Kandungan karbohidratnya cepat diubah tubuh menjadi tenaga, menjaga stamina tetap kuat sepanjang hari.
Manfaat air tajin tidak berhenti di meja makan. Para wanita masa lampau mengenalnya sebagai rahasia alami perawatan tubuh.
Perawatan kulit. Air tajin kaya akan mineral, antioksidan, dan vitamin (termasuk vitamin E). Ia digunakan sebagai bilasan wajah atau masker alami untuk mencerahkan kulit, menjaga elastisitas, dan menenangkan iritasi ringan.
Penguat rambut. Banyak yang menggunakannya sebagai bilasan terakhir setelah keramas. Hasilnya, rambut lebih lembut, kuat, dan berkilau alami.
Kini kita tahu, air tajin memang kaya energi dan baik untuk pencernaan. Namun untuk bayi di bawah enam bulan, ASI tetap tak tergantikan. Air tajin lebih tepat dijadikan bagian dari Makanan Pendamping ASI (MPASI) setelah usia enam bulan, bukan sebagai pengganti utama.
Lebih dari sekadar air rebusan beras, air tajin adalah warisan tentang ketabahan dan kecerdikan generasi terdahulu. Dari dapur yang sederhana, lahirlah pelajaran besar: bahwa kesehatan, kecantikan, dan kekuatan sering kali tumbuh dari hal-hal paling sederhana yang kita abaikan hari ini.*(anje)













