KAUR (GemaNegeri.com) – Warga Desa Pasar Jumat, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, mengedepankan semangat gotong royong untuk membangun jalan penghubung yang hingga kini belum tersentuh pembangunan pemerintah.

Kondisi jalan yang rusak parah membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama anak-anak sekolah. Saat musim hujan, jalan menjadi semakin sulit dilalui sehingga berpotensi menghambat kelanjutan pendidikan mereka.
Gotong royong dilaksanakan pada Jumat (12/9/2025) di ruas jalan penghubung Desa Sukajaya dan Pasar Jumat. Kepala Desa Pasar Jumat, Juli Aprianto, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian bersama demi kemajuan desa.
“Seluruh masyarakat Pasar Jumat melaksanakan gotong royong untuk membangun jalan yang lebih baik, dengan tujuan utama meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas, khususnya bagi anak-anak sekolah. Saat musim hujan, kondisi jalan sangat parah dan butuh perjuangan panjang untuk menuju sekolah. Dengan gotong royong ini, kami berharap infrastruktur bisa lebih baik sekaligus mendukung pendidikan anak-anak,” ungkap Juli Aprianto.
Ia menambahkan, gotong royong ini mencerminkan kemandirian dan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan. Masyarakat percaya, meski tanpa sentuhan pembangunan dari pemerintah, mereka tetap bisa bekerja sama mencapai tujuan bersama.
Sejak berdirinya Kabupaten Kaur tahun 2003 hingga 2025, Desa Pasar Jumat yang berada di kawasan perbukitan Bukit Barisan Selatan belum pernah merasakan peningkatan status jalan. Masyarakat pun berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi memberi perhatian serius untuk membuka akses transportasi, agar daerah yang selama ini terisolir dapat berkembang.*(Kif)













