KAUR (GemaNegeri.com) – Hujan lebat yang mengguyur Desa Ulak Pandan, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur pada Jumat (29/8/2025) malam mengakibatkan sejumlah rumah warga tergenang air. Genangan berlangsung hingga Sabtu pagi, meski saat ini air sudah mulai surut. Warga pun tampak sibuk membersihkan rumah masing-masing meski hujan masih turun.
Selain merendam pemukiman, derasnya hujan juga menyebabkan pagar Sekolah MIN 3 roboh. Kondisi ini semakin memperparah dampak banjir yang memang kerap terjadi di wilayah tersebut. Tercatat, ada empat titik rawan banjir (langganan) di Desa Ulak Pandan.
Pemerintah Desa (Pemdes) Ulak Pandan mengaku sudah berulang kali melayangkan proposal penanganan banjir kepada instansi terkait, bahkan tim survey pernah turun ke lokasi. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut nyata dari usulan tersebut.
Kepala Desa Ulak Pandan, A. Raziet, saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa banjir sempat menutup akses jalan dan menghambat arus lalu lintas.
“Air masuk ke sebagian rumah warga, bahkan sempat menutup akses jalan. Beruntung tidak ada kendaraan yang terdampak langsung. Kami menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta melakukan upaya mitigasi bencana, seperti memantau prakiraan cuaca dan bersiap menghadapi kemungkinan banjir susulan,” jelas Raziet di kantor desa.
Selain kerusakan infrastruktur, banjir juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Genangan air dapat menjadi sarang nyamuk penyebab demam berdarah, sementara kelembapan tinggi bisa memicu penyakit kulit. Hujan deras juga meningkatkan risiko longsor di daerah pegunungan.
Masyarakat diminta tetap waspada mengingat beberapa hari terakhir hujan dengan intensitas tinggi masih terus mengguyur wilayah pesisir pantai maupun pegunungan di Kabupaten Kaur.*(Kif)













