Timbo Ruang: Sosok yang Jarang Disorot, Tapi Sangat Penting dalam Pacu Jalur

  • Bagikan

GemaNegeri.com – Pacu Jalur adalah lomba dayung tradisional yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Kata “pacu” berarti lomba, sedangkan “jalur” adalah perahu panjang yang digunakan dalam lomba ini. Jalur dibuat dari kayu gelondongan utuh, bisa mencapai panjang hingga 40 meter.

Tapi Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan. Ia adalah pesta budaya, simbol kebanggaan masyarakat Kuansing, dan warisan turun-temurun yang dirayakan setiap Agustus, bersempena dengan Hari Kemerdekaan RI.

Di tengah riuh semangat para pendayung, pernahkah Anda memperhatikan seseorang yang berdiri di tengah jalur? Tidak mendayung, tidak bersorak, hanya berdiri tenang di tengah para pendayung yang berpeluh? Ia bukan sekadar penonton atau penumpang. Ia adalah Timbo Ruang—sosok sentral yang tidak banyak dikenal tapi memegang peranan sangat penting.

Timbo Ruang adalah pemimpin di atas jalur. Dialah komando yang mengatur ritme kayuhan, memberikan aba-aba agar para pendayung serentak bergerak—menciptakan harmoni dan stabilitas. Ia menjaga agar jalur tetap lurus, tidak bergoyang, dan tidak kacau.

Bukan hanya itu, Timbo Ruang juga bertugas menguras air yang masuk ke dalam jalur. Jika air tidak segera dibuang, perahu bisa menjadi berat bahkan karam. Peran ini sering tak terlihat, tapi menjadi penentu antara menang dan gagal.

Pemilihan Timbo Ruang tidak sembarangan. Ia harus sosok yang tenang, berwibawa, memiliki jiwa kepemimpinan, serta semangat juang yang membara. Instruksinya harus jelas—kapan melaju cepat, kapan menjaga tempo, dan kapan menyerang dengan sisa tenaga di garis akhir.

Dalam Pacu Jalur modern, Timbo Ruang tidak hanya sebagai pengarah, tapi juga motivator dan penjaga semangat bagi seluruh anak pacuan, dari start hingga finish.

Jadi, jika kamu melihat seseorang berdiri di tengah jalur, ingatlah—dia bukan sekadar berdiri. Dialah detak nadi dari setiap kemenangan. Dialah Timbo Ruang.*(Anje)

Penulis: Andrian JeneriEditor: Aldian Syahmubara
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *