Gemanegeri.com – Sadar atau tidak dalam kehidupan, manusia sering melakukan manipulasi dengan manusia lainnya untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Kabar buruknya adalah bahwa tidak ada orang yang suka dimanipulasi.
Namun tahu kah kamu apa itu manipulasi? Manipulasi dapat diartikan sebagai mempengaruhi dan mengendalikan seseorang untuk keuntungan tersendiri. Seringkali penggunaan teknik manipulasi bisa dilakukan dalam skala yang lebih halus dan tidak disadari lawan bicara selama melakukan percakapan.
Dalam artikel ini, disadur dari Filsuf Sejati, penulis memberikan beberapa cara yang sering orang lakukan untuk memanipulasi dan menguasai lawan bicaranya.
Berikut 5 trik manipulasi lawan bicara yang sering digunakan dalam komunikasi, debat, atau negosiasi — lengkap dengan cara kerjanya dan tips penggunaannya:
1. Framing Ulang (Reframing)
Tujuan: Mengubah sudut pandang lawan agar mendukung posisimu tanpa mereka sadari.
Contoh:
Lawan berkata, “Kamu terlalu keras kepala.”
Jawabanmu: “Aku bukan keras kepala, aku konsisten pada prinsipku.”
Kapan digunakan: Saat kamu ingin mengganti label negatif menjadi positif, tanpa membantah secara langsung.
2. The Illusion of Choice (Ilusi Pilihan)
Tujuan: Memberi dua atau lebih opsi, padahal semua pilihan tetap menguntungkanmu.
Contoh:
“Menurutmu kita diskusi sekarang atau nanti malam?”
(Padahal kamu tetap ingin diskusi terjadi hari ini.)
Kapan digunakan: Saat kamu ingin membuat lawan merasa berkuasa, padahal kamu yang mengatur alurnya.
3. Loaded Question (Pertanyaan Menjebak)
Tujuan: Membuat lawan menjawab pertanyaan yang sebenarnya sudah bias atau memojokkan.
Contoh:
“Kapan kamu berhenti menyebarkan informasi palsu itu?”
(Menjebak, karena menjawab ‘belum’ atau ‘sudah’ tetap mengakui perbuatan.)
Kapan digunakan: Saat kamu ingin lawan tampak bersalah tanpa harus menyebutkan tuduhan secara langsung.
4. Silent Pressure (Tekanan Hening)
Tujuan: Memanfaatkan keheningan untuk menciptakan rasa tidak nyaman, agar lawan mengalah atau membocorkan informasi.
Caranya:
Setelah lawan selesai bicara atau saat kamu ajukan pertanyaan penting, diam saja dan tatap matanya. Kebanyakan orang akan mengisi keheningan dengan klarifikasi (yang bisa jadi blunder).
Kapan digunakan: Dalam negosiasi, debat emosional, atau saat interogasi halus.
5. Mirroring (Meniru Bahasa Tubuh dan Gaya Bicara)
Tujuan: Membangun kedekatan bawah sadar agar lawan merasa nyaman dan lebih mudah setuju.
Caranya:
Tiru gaya duduk, intonasi, atau pilihan kata mereka secara halus.
Contoh: Kalau mereka berkata “Saya merasa ini agak tidak adil,” kamu bisa balas dengan: “Iya, saya juga merasa agak berat ke satu sisi.”
Kapan digunakan: Untuk membangun rapport dengan cepat dan mencairkan suasana tegang.
Nah semoga bermanfaat ya….
Sumber: Buku Logika Filsuf
*(Anje)












